Koran Online,SORONG-DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kota Sorong berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat Daya sukses menyelenggarakan Pelatihan Jurnalis Merah Putih Angkatan I.
Kegiatan yang dihelat pada Rabu (30/9/2026) ini bertempat di Aula Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong dan diikuti dengan antusias oleh para peserta.
Pelatihan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan jurnalistik, khususnya bagi generasi muda dan pegiat media di Tanah Papua. Mengusung semangat penguatan kapasitas, kegiatan tersebut fokus pada peningkatan kualitas penyajian informasi yang faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Di tengah gempuran informasi digital yang serba cepat, kolaborasi antara BMP RI dan PWI Papua Barat Daya ini diharapkan mampu membekali peserta dengan fondasi jurnalistik yang kuat. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, pemahaman etika pers, hingga pentingnya verifikasi data untuk menghindari penyebaran disinformasi.
Ketua DPC BMP RI Kota Sorong, Silas Kalasuat, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud nyata kontribusi organisasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
”Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam membangun sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara konstruktif dan bertanggung jawab,” ujar Silas Kalasuat di sela-sela acara.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dan praktisi media yang berpengalaman di bidangnya, di antaranya Ketua PWI Papua Barat Daya, Yudi, serta Pimpinan Redaksi Sorong Raya.co, Nasir Sukunwatan. Kehadiran para pemateri tersebut memberikan wawasan mendalam seputar praktik jurnalistik lapangan serta tantangan media siber di era modern.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Jurnalis Merah Putih Angkatan I ini, penyelenggara menaruh harapan besar agar lahir kader-kader muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki nalar kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima.
Selain itu, para peserta dipersiapkan untuk mampu menghadirkan produk jurnalistik yang edukatif, mencerdaskan masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas dan semangat kebhinekaan di wilayah Papua Barat Daya.[**]

















































