KoranOnline, SORONG-Amiruddin Umalelen Kepala Suku Moy Maya Kecam Aksi Pembunuhan Tenaga Honorer di Tambrauw, Tegaskan Tanah Moi itu Wilayah Damai
KoranOnline,SORONG -Kepala Suku Moi Maya Kabupaten Sorong, Amiruddin Umalelen, mengecam keras pembunuhan terhadap seorang pegawai Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Amiruddin menilai tindakan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai adat masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat Moi.
“Pembunuhan terhadap warga sipil, terlebih terhadap pegawai yang menjalankan tugas pelayanan publik, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” kata Amiruddin dalam pernyataannya di Sorong, Kamis, (12/16/26)
Ia mengatakan tanah adat Moi sejak lama dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai kedamaian, persaudaraan, serta penghormatan terhadap sesama manusia. Karena itu, tindakan kekerasan dinilai mencederai nilai adat yang selama ini dijaga masyarakat.
“Kami mengecam keras tindakan pembunuhan terhadap pegawai di Kabupaten Tambrauw. Perbuatan ini tidak mencerminkan nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan adat serta budaya masyarakat Papua,” ujarnya.
Amiruddin juga menegaskan bahwa kelompok bersenjata yang membawa kekerasan tidak memiliki tempat di wilayah adat Moi. Menurut dia, masyarakat adat tidak menerima keberadaan kelompok TPNPB di wilayah tersebut.
“Tanah Moi adalah tanah yang baik dan untuk orang-orang yang baik. Karena itu kami menolak keberadaan TPNPB di tanah Moi dan di seluruh wilayah Papua Barat Daya,” kata dia.
Ia menambahkan masyarakat adat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan wilayahnya agar tidak menjadi ruang bagi tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat sipil.
Dalam kesempatan yang sama, Amiruddin mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Sorong hingga Kabupaten Raja Ampat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurut dia, stabilitas keamanan di Papua Barat Daya hanya dapat terjaga apabila seluruh elemen masyarakat berpegang pada nilai persaudaraan serta komitmen menjaga keutuhan negara.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dari Sorong hingga Raja Ampat untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Amiruddin juga berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Ia menilai penegakan hukum secara tegas penting untuk mencegah terulangnya kekerasan serupa serta menjamin rasa aman masyarakat di wilayah Tambrauw dan sekitarnya.(**/RA


















































