KoranOnline, SORONG-Tokoh Muda Dewan Adat Moi, Zakarias Kokmala, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kekerasan yang menewaskan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Ia mengecam keras tindakan pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum atau kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM di wilayah tersebut.
Sebagai generasi penerus masyarakat Suku Moi, tokoh muda dalam Dewan Adat Moi memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan nilai-nilai adat dan kearifan lokal di tengah dinamika perubahan zaman.
Zakarias menilai, aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan, mengingat peran vital nakes yang selama ini hadir untuk memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, sehingga tindakan keji seperti ini tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Insiden tragis tersebut terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, dan mengakibatkan korban jiwa dari kalangan tenaga medis. Aparat keamanan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penyelidikan serta pengamanan di lokasi kejadian. Sejumlah pihak yang diduga terkait juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Zakarias mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku, guna memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban serta menjamin keamanan masyarakat secara luas.
Di sisi lain, dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Zakarias turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim, khususnya di wilayah Sorong Raya. Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai toleransi, serta menjaga ukhuwah dan kebersamaan di tengah keberagaman.
“Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan antar sesama. Mari kita rawat kebersamaan ini sebagai kekuatan dalam membangun daerah yang aman dan damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban, khususnya selama perayaan Idul Fitri. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas, serta terus mendukung upaya aparat dalam menciptakan situasi yang kondusif,” pungkas Zakarias.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi di momen hari raya, masyarakat Papua Barat Daya diharapkan dapat terus hidup rukun, damai, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan yang merugikan semua pihak.[BR]

















































