Koran Online SORONG-Gelaran Karnaval Budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sorong berlangsung meriah. Kontingen Keluarga Besar Suku Imekko Kabupaten Sorong menjadi salah satu peserta yang menyedot perhatian warga dengan menampilkan Tarian Adat Lao-Lao.
Keikutsertaan kontingen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Suku Imekko Kabupaten Sorong, Marthen Nebore. Dengan balutan busana adat khas, hiasan bulu kasuari, serta tabuhan tifa, para penari membawakan Tarian Lao-Lao yang sarat makna filosofis perjuangan.
Marthen Nebore menjelaskan bahwa Tarian Lao-Lao bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan media penyampaian pesan budaya untuk terus berjuang ke arah yang lebih baik. Nilai tersebut tercermin dari gerakan tari yang memvisualisasikan ketangguhan leluhur, sekaligus menjadi dorongan bagi warga Imekko untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menuntut ilmu, dan mengukuhkan persatuan.
”Keikutsertaan Keluarga Besar Imekko dalam karnaval budaya ini adalah bukti rasa syukur kita atas Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui Tarian Lao-Lao, kami ingin menyampaikan pesan budaya yang sangat mendalam: bahwa Suku Imekko tidak boleh tinggal diam. Kita harus terus berjuang ke arah yang lebih baik, membangun SDM yang handal, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Sorong ini,” ujar Marthen.
Sementara itu, Wakil Bupati Sorong Ahmad Sutedjo mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut kegiatan hiburan rakyat ini. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan karnaval bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus mengajak peran serta warga mengisi kemerdekaan.
” Ya, untuk karnaval kali ini memang sangat antusias sekali masyarakat, karena sejak COVID kemarin tidak ada karnaval. Ini adalah hari kemerdekaan, jadi memberikan hiburan kepada masyarakat dan juga ikut peran serta masyarakat dalam rangka kemerdekaan ini. Maka kami adakan karnaval yang murah meriah, namun mungkin panitia banyak kekurangan, hal ini mungkin disempurnakan untuk tahun-tahun depan,” kata Ahmad Sutedjo.
Ahmad Sutedjo menambahkan, parade budaya tahun ini diikuti oleh 75 grup kontingen yang terdiri dari 21 sekolah tingkat SD, 8 SMP, 8 SMA, serta 35 grup kategori umum. Keikutsertaan ragam elemen masyarakat hingga paguyuban suku seperti Suku Imekko diharapkan semakin memperkuat persatuan dan melestarikan budaya lokal di Kabupaten Sorong.[CR-14]


















































