Koran Online,SORONG Pemerintah Kabupaten Sorong mulai melakukan langkah nyata dalam menanggulangi persoalan gizi kronis di wilayahnya. Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, bersama Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong serta sejumlah staf distrik, menetapkan titik koordinat untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebuah program inisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan menghadirkan Dapur Bergizi Gratis di wilayah tertinggal, selasa (22/06/25)
Penetapan lokasi ditandai dengan pemasangan plang papan nama resmi rencana pembangunan yang dilakukan langsung di Distrik Klamono, wilayah yang selama ini menjadi pusat pemukiman masyarakat Klamono Raya. Dalam keterangannya, Oktofianus Kolin menyebut bahwa program ini merupakan terobosan penting dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.
“Kami sangat menyambut baik program ini karena dapat menjadi solusi langsung untuk mengurangi angka stunting dan kekurangan gizi yang selama ini menjadi tantangan besar di distrik kami,” ujar Oktofianus Kolin, Kepala Distrik Klamono, Selasa (23/06/25).
Program Dapur Bergizi Gratis dari BGN dirancang sebagai pusat distribusi makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan angka gizi buruk tinggi. Dapur ini tak hanya akan menyediakan makanan siap saji, namun juga akan menjadi pusat edukasi gizi dan pola hidup sehat berbasis komunitas.
Menurut Oktofianus, Klamono Raya dipilih sebagai salah satu titik strategis karena wilayah tersebut mencakup sejumlah kampung terpencil yang masih sulit dijangkau layanan kesehatan dan pangan bergizi.
“Dengan adanya dapur ini, kami berharap akan terjadi perubahan nyata dalam pola makan masyarakat, juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak-hak dasar warganya,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa isu gizi tidak lagi dipandang sebagai masalah domestik rumah tangga, tetapi telah menjadi perhatian lintas sektor dan institusi. Pemerintah daerah pun menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan hingga tahap operasional penuh SPPG di wilayahnya.
Rencana pembangunan SPPG ini juga selaras dengan target nasional percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, yang menjadi prioritas dalam agenda pembangunan sumber daya manusia unggul.(BR)


















































