Koran Online, SORONG– Aspirasi warga Kampung Malaworsai, Distrik Mega, Kabupaten Sorong, tersampaikan langsung kepada anggota DPR Papua Barat Daya, Nansy Prisillia Karundeng, saat kegiatan reses masa sidang II tahun anggaran 2025 pada Jumat (25/8/2025). Reses yang berlangsung di Gereja GKI Emaus Malaworsai itu dihadiri puluhan warga, khususnya kaum ibu dari Persekutuan Wanita (PW) Lingkungan Moraid GKI.
Kegiatan ini menjadi ajang interaksi langsung antara wakil rakyat dan konstituennya. Nansy mengatakan, selain untuk menyerap aspirasi, reses juga bertujuan memantau secara langsung kondisi pembangunan di daerah.
“Reses ini adalah kesempatan bagi saya untuk melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar keluhan, dan memastikan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Nansy.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga mengutarakan beberapa usulan prioritas. Yang paling mendesak adalah percepatan pembangunan dan pengaspalan ruas jalan provinsi dari Kota Sorong menuju Distrik Mega, khususnya dari kilometer 12 hingga Mega. Mereka mengeluhkan sejumlah segmen jalan yang rusak parah dan menghambat aktivitas sehari-hari.
“Jalan ini adalah urat nadi kami. Kalau diperbaiki, transportasi lancar, hasil kebun dan barang bisa cepat sampai ke kota,” ungkap maria salah satu tokoh perempuan setempat.
Selain itu, pihak gereja mengajukan bantuan pembangunan gedung sekolah minggu Jemaat GKI Emaus di Kampung Malaworsai. Gedung tersebut dinilai penting sebagai sarana pendidikan rohani anak-anak.
“Kami berharap anak-anak punya tempat belajar yang layak, supaya mereka bisa bertumbuh dalam iman dengan baik,” kata Ketua Persekutuan Wanita setempat.
Kelompok Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) juga meminta dukungan untuk kegiatan wisata rohani ke Kabupaten Manokwari. Menurut mereka, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembinaan iman sekaligus mempererat kebersamaan jemaat muda.
Tak kalah penting, warga meminta pengadaan fasilitas air bersih. Saat ini, ketersediaan air layak konsumsi masih menjadi masalah serius di kampung tersebut.
“Air bersih sangat kami butuhkan untuk minum, masak, dan mandi. Harapan kami, pemerintah bisa segera mengusahakan,” tutur anike salah satu ibu rumah tangga.
Nansy menyampaikan bahwa seluruh aspirasi warga akan dicatat dan diperjuangkan di tingkat provinsi. Ia menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti, terutama terkait infrastruktur jalan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya akan bawa semua masukan ini ke pembahasan di provinsi. Kita akan kawal agar ada realisasi nyata, bukan hanya janji,” tegasnya.
Reses ini menjadi momentum bagi warga Malaworsai untuk menyuarakan harapan mereka, dan bagi DPR untuk memastikan bahwa pembangunan di Papua Barat Daya merata hingga ke pelosok.(ARY)


















































