Koran Online, SORONG – Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Daya, Nansy Prisillia Karundeng, melaksanakan kegiatan reses masa sidang II tahun anggaran 2025 di Distrik Bagun, tepatnya Kampung Disfra, Kabupaten Sorong, Sabtu (26/8/2025). Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi sesuai dengan kondisi nyata di wilayah mereka.

Dalam perjalanan menuju lokasi, Nansy menempuh jalur sungai menggunakan longboat karena akses jalan dari pusat Kabupaten Sorong menuju Distrik Bagun belum sepenuhnya terhubung. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur ini menjadi salah satu hambatan utama bagi mobilitas warga dan distribusi logistik.
“Masyarakat meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Bapak Gubernur, menindaklanjuti pembangunan ruas jalan provinsi yang membentang dari Buk, Klarion, Klabra, Maladofok, Disfra, Klamono, hingga Malabotom dan Aimas. Jalan ini sangat vital untuk menghubungkan kampung-kampung di distrik ini dengan pusat ekonomi di kabupaten,” jelas Nansy.
Selain itu, warga juga menitipkan pesan kepada Nansy agar menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Sorong untuk melanjutkan pembangunan jalan yang telah dirintis oleh almarhum Stefanus Malak, mantan Bupati Sorong dua periode. Pembangunan tersebut telah membuka akses jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari Maladofok menuju Kampung Disfra. Namun, masih tersisa sekitar 4 kilometer lagi yang perlu diselesaikan hingga mencapai ibu kota distrik.

Aspirasi lain yang mengemuka adalah pembangunan dermaga permanen (beton) di Kampung Disfra. Saat ini, dermaga apung yang ada dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi laut.
“Kalau dermaganya beton, kapal-kapal bisa sandar lebih aman, dan aktivitas bongkar muat tidak terganggu ombak,” ujar musa tokoh masyarakat.
Warga juga mengajukan permintaan pengadaan air bersih yang memadai, mengingat kebutuhan dasar tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. Selain itu, mereka berharap ada program pembangunan rumah layak huni khusus untuk Orang Asli Papua (OAP).
Reses kali ini dihadiri perwakilan dari sembilan kampung yang tergabung di Distrik Bagun, yang semuanya berkumpul di ibu kota distrik untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Semua masukan ini akan saya catat dan perjuangkan. Kami akan mendorong agar pembangunan di daerah ini bisa berjalan merata dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat,” tegas Nansy.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi forum penyerapan aspirasi, tetapi juga bentuk komitmen wakil rakyat untuk memastikan suara warga pelosok dapat sampai ke meja pembuat kebijakan di provinsi. (ARY)


















































