Koran Online,SORONG– Di tengah hangatnya pagi Aimas, Senin (2/12/2025), masyarakat adat Tehit berkumpul dalam sebuah kegiatan sederhana namun sarat pesan: pembagian paket sembako yang dipimpin langsung oleh Kepala Suku Tehit Kabupaten Sorong, Moses Kaliele. Tidak hanya membagikan bantuan, Moses menjadikan momentum itu sebagai panggung penegasan sikap masyarakat adat terhadap program pembangunan pemerintah sekaligus ajakan menjaga keamanan daerah.
Dalam sambutannya, Moses Kaliele menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya mulai menunjukkan keberpihakan nyata pada masyarakat Papua.
“Kami melihat perhatian itu hadir melalui program-program seperti MBG, PKG, dan Koperasi Merah Putih. Program ini bukan slogan, tapi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Moses di hadapan warga Tehit yang memenuhi halaman lokasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa langkah pemerintah dalam memperluas akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan sosial telah memberi arah baru bagi masyarakat adat. “Kami masyarakat Tehit siap mendukung program Asta Cita dan setiap kebijakan pemerintah yang membawa kemajuan,” lanjutnya.
Namun dukungan itu, tegas Moses, harus dibarengi komitmen menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak akan berjalan tanpa suasana damai.
“Kalau daerah ini aman, kita semua bisa maju. Karena itu saya minta kita bersama-sama jaga kamtibmas, jaga kerukunan. Jangan beri ruang untuk konflik,” katanya menekankan.
Seruan itu datang menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat di akhir tahun, saat potensi gesekan sosial biasanya lebih sensitif. Bagi Moses, keamanan bukan hanya urusan aparat, tetapi tanggung jawab seluruh warga.
Kegiatan pembagian sembako ini juga memperlihatkan menguatnya hubungan antara tokoh adat dan pemerintah, di mana bantuan sosial menjadi pintu masuk memperkenalkan berbagai agenda strategis negara.
“Bantuan ini bukan hanya soal beras dan kebutuhan rumah tangga,” ujar Moses lagi, “tetapi juga tanda bahwa pemerintah hadir, dan kita masyarakat adat harus menyambut kehadiran itu dengan kerja sama dan dukungan.”
Siang itu, di Distrik Aimas, pembagian sembako berubah menjadi ruang dialog sosial: tentang pembangunan, keamanan, dan masa depan Papua Barat Daya yang lebih tertata.
Dengan tegas, Moses Kaliele menutup acara dengan ajakan kebersamaan.
“Kita harus melangkah bersama. Jika pemerintah sudah membuka jalan, kita tinggal berjalan dan menjaga agar jalan itu tetap aman,” tutupnya.(ARY)


















































