Koran Online, SORONG– Harapan warga Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, untuk mendapatkan akses air bersih kini mulai terwujud. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025, Kodim 1802/Sorong telah memulai pengeboran titik pertama dari lima sumur bor yang direncanakan sebagai bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).
Pawas TMMD ke-124, Letda Inf Alimudin, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu sasaran fisik utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan air bersih. “Kampung Yeflio yang berada di wilayah pesisir selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan sumur bor ini, kami berharap kebutuhan vital masyarakat dapat segera terpenuhi,” jelas Letda Alimudin pada Kamis (8/5/25).
Menurutnya, program ini menjadi prioritas karena menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan kesehatan warga. Sumur bor ini juga merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mengimplementasikan program unggulan KASAD, yang menekankan pentingnya penyediaan air bersih bagi masyarakat pelosok dan terpencil.
Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Czi Angga Wijaya, S.IP., M.A., melalui Pawas TMMD, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proyek fisik tepat waktu.
“Pembuatan sumur bor ini sangat penting. Tidak hanya sebagai sarana air bersih, tapi juga menjadi simbol nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” ungkapnya.
Selain pembangunan sumur bor, Satgas TMMD Kodim 1802/Sorong juga melaksanakan sejumlah kegiatan fisik lainnya. Di antaranya perehaban delapan unit rumah tidak layak huni, pembangunan dua unit MCK, pembangunan gapura Gereja Emanuel Yeflio, serta pembuatan bak penampungan sampah.
Tak hanya itu, program TMMD juga menyasar kegiatan non-fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, pertanian, kesehatan, pencegahan stunting, hukum dan kamtibmas, hingga pemutaran film-film perjuangan guna menumbuhkan semangat nasionalisme warga.

Melalui TMMD ke-124 ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun harapan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah terpencil.(ARY)


















































