Koran Online, SORONG – Ribuan warga Sorong memadati Alun-alun Aimas pada Jumat pagi, 27 Juni 2025, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah. Kegiatan jalan santai yang digelar oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sorong menjadi simbol semangat hijrah, persaudaraan, dan kebersamaan umat Muslim di wilayah tersebut.
Gerak jalan ini secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Sorong, Sutedjo, tepat pukul 07.00 WIT dengan pengibaran bendera PHBI sebagai tanda dimulainya acara. Rute dimulai dan diakhiri di Alun-alun Aimas, melintasi Jalur D (Jalan Cempedak), mengitari Masjid Baiturrahim, menyusuri Jalan Nangka, dan kembali ke titik semula.
Pengamanan jalur dilakukan oleh personel Satuan Lalu Lintas Polres Sorong bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong. Mobil patroli turut dikerahkan demi memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta.
Meski tidak hadir secara langsung, Senator Songkok Hijau Hartono memberikan dukungan terhadap acara ini dalam bentuk hadiah-hadiah apresiasi, salah satunya sebuah kulkas yang menjadi salah satu doorprize utama kegiatan.
Hadiah kulkas tersebut diterima oleh Parmin, salah satu peserta jalan santai asal Aimas.
“Saya tidak menyangka bisa dapat kulkas. Terima kasih kepada panitia dan juga kepada Bapak Senator Hartono yang sudah mendukung kegiatan ini meski beliau tidak hadir langsung. Ini jadi kenangan Tahun Baru Islam yang tidak akan saya lupakan,” ujar Parmin usai menerima hadiah.
Panitia menyediakan 7.000 kupon doorprize, namun yang dibagikan sekitar 5.000, menyesuaikan dengan jumlah snack yang dibagikan kepada peserta.
“Kami perkirakan jumlah peserta hari ini mencapai lima ribu orang, sesuai dengan kupon dan konsumsi yang habis terbagi,” ujar salah satu panitia PHBI.
Tahun Baru Islam atau 1 Muharam merupakan momen penting dalam sejarah umat Islam, yang menandai hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa itu menjadi simbol perubahan, perjuangan, dan pembaruan nilai-nilai yang tetap relevan dalam kehidupan sosial saat ini.
Kegiatan jalan santai ini pun menjadi bukti bahwa masyarakat Sorong merespons nilai hijrah dengan semangat kekinian: mempererat silaturahmi, membangun persatuan, dan menguatkan komitmen membangun Papua Barat Daya yang damai dan sejahtera.(BR)


















































