Koran Online, SORONG– Bertempat di SMK ModelLink, Makbusun, Kabupaten Sorong, Senator Papua Barat Daya, Hartono, yang juga anggota MPR RI, menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ia menegaskan bahwa pemahaman akan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan dasar utama dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh dan beradab, Sabtu (17/05/25).
“Empat Pilar ini bukan sekadar konsep kenegaraan, tapi merupakan kompas moral yang akan memandu anak-anak muda kita dalam menapaki kehidupan di era modern dan digital yang penuh tantangan. Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa adik-adik kita di Sorong tumbuh tidak hanya sebagai insan yang terampil, tapi juga berjiwa kebangsaan,” ujar Hartono di hadapan ratusan siswa SMK.
Dalam paparannya, Hartono menyoroti bagaimana era digital membawa perubahan besar dalam pola pikir dan perilaku remaja. Informasi mengalir tanpa batas, budaya luar mudah masuk, dan nilai-nilai lokal serta nasional kian terpinggirkan. Karena itu, katanya, sosialisasi ini bertujuan untuk mengokohkan jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kita boleh hebat dalam teknologi, kita harus pandai bersaing secara global. Tapi satu hal yang tidak boleh hilang adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi fondasi hidup kita. Inilah nilai-nilai luhur yang harus tertanam dalam hati generasi muda, agar mereka tidak kehilangan arah di tengah dunia yang terus berubah.” jelasnya
Hartono mengingatkan bahwa para siswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Oleh karena itu, pemahaman tentang 4 Pilar bukan hanya untuk dihafal, tapi dihayati dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, di rumah, maupun dalam pergaulan sosial.
“Kalau adik-adik hari ini belajar tentang Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan, maka besok saat menjadi pemimpin, tidak akan mudah terpecah karena perbedaan. Tidak akan mudah terprovokasi oleh hoaks. Dan tidak akan menjual bangsa ini demi kepentingan sesaat,” ucapnya.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMK ModelLink, Dr. H. Arbangi, yang menyatakan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan langsung dari anggota MPR RI perwakilan Papua Barat Daya.
“Ini momen penting dan bersejarah bagi sekolah kami. Anak-anak kami tidak hanya dibekali keterampilan kerja, tapi hari ini mereka mendapat bekal karakter dan wawasan kebangsaan. Kami semakin yakin akan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menjaga keutuhan NKRI.” pungkasnya
Hartono juga mengingatkan pentingnya kesadaran sejarah sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan. Ia menyebut bahwa generasi muda tidak boleh melupakan perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan.
“Jangan sampai kita menjadi bangsa yang gagap sejarah. Kita harus tahu dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan melangkah. Kemerdekaan ini tidak jatuh dari langit. Ia adalah hasil darah dan air mata. Maka menjaga nilai-nilai kebangsaan adalah bagian dari menghormati sejarah bangsa sendiri.” himbaunya dengan tegas di hadapan ratusan siswa.
Dengan semangat nasionalisme yang menyala, Senator Hartono menutup acara dengan ajakan tegas dan harapan besar:
“Saya titip bangsa ini kepada adik-adik semua. Jadilah remaja yang berkarakter, berani bermimpi, dan teguh memegang nilai-nilai luhur bangsa. Empat Pilar Kebangsaan ini bukan beban, tapi bekal. Inilah benteng kita menghadapi tantangan zaman, dan jembatan menuju Indonesia yang lebih maju dan bersatu.” tutup (ARY)


















































