Koran Online, SORONG – Suasana malam takbiran Idul Adha 1446 H di Kabupaten Sorong berlangsung semarak dan penuh kekhidmatan. Ratusan warga tumpah ruah memenuhi kawasan Alun-alun Aimas, menyambut hari raya kurban dengan pawai keliling menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Sorong, Johny Kamuru, yang hadir langsung untuk melepas keberangkatan peserta.
Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Panitia Hari Besar Islam (PHBI) oleh Bupati Johny Kamuru, didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Sorong.Bupati menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat serta pentingnya menjaga ketertiban selama pawai berlangsung.
“Malam takbiran adalah momen penuh suka cita yang mempererat silaturahmi antarwarga. Mari kita jaga ketertiban dan keselamatan selama pawai, serta jadikan malam ini sebagai wujud syukur dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Kamuru.
Usai seremoni pembukaan, iring-iringan kendaraan yang telah dihias meriah dengan lampu warna-warni dan ornamen bernuansa Islami mulai bergerak menyusuri jalan-jalan utama di wilayah Kabupaten Sorong. Pawai ini menjadi simbol semangat umat Islam dalam mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil menyambut Idul Adha.
Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari organisasi kemasyarakatan, remaja masjid, pelajar, hingga perwakilan instansi pemerintahan. Masing-masing peserta tampil kreatif dengan dekorasi kendaraan yang unik dan bernuansa religius.
Tak hanya menjadi sarana syiar Islam, pawai ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Banyak warga terlihat antusias menonton dari pinggir jalan, sambil mengabadikan momen dengan kamera ponsel mereka.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan oleh aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat, guna memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara. Hingga akhir kegiatan, pawai berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ketua PHBI Kabupaten Sorong, Ngatijo, dalam sambutannya mengimbau seluruh peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan selama pawai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir, terutama kepada Bupati Sorong, Wakil Bupati, Forkopimda, dan seluruh tokoh masyarakat serta agama. Kami mengingatkan agar setiap peserta mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan, dan memperhatikan keselamatan agar tidak terjadi insiden di jalan. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjaga ketertiban bersama,” ucap Ngatijo.
Semarak malam takbiran kali ini menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan tetap hidup di tengah masyarakat Sorong. Pemerintah Kabupaten Sorong berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bentuk syiar Islam yang damai, santun, dan menggembirakan. (ARY)


















































