Koran Online, JAKARTA – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 di Gedung PBNU Pusat, Jakarta, Jumat (11/07/25). Selama tiga hari ke depan, forum nasional ini akan membahas strategi organisasi dalam merespons tantangan bonus demografi dan arah menuju Indonesia Emas 2045.
Rapimnas yang mengusung semangat konsolidasi lintas wilayah ini menjadi ajang penting bagi pelajar putri NU untuk membentuk platform kolaboratif sekaligus ruang pembentukan kader pemimpin perempuan masa depan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Prof. Safirah Machrusah, menyebutkan bahwa pelajar NU, khususnya IPPNU, memiliki peran vital dalam menciptakan visi pembangunan nasional yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kemodernan.
“Harapannya, Rapimnas tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi mampu merumuskan program kerja nyata yang relevan dengan isu strategis bangsa, seperti bonus demografi dan Indonesia Emas,” ujarnya.
Kepala Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Mariman Darto, juga menyampaikan bahwa IPPNU harus mendorong pelajar NU mengenali dan memaksimalkan potensi diri di tengah banyaknya peluang beasiswa dan pengembangan kompetensi.
“Kita tidak lagi bicara soal biaya belajar yang tinggi. Banyak beasiswa disiapkan oleh negara dan lembaga swasta. IPPNU bisa menjadi katalisator pengembangan pelajar berprestasi dan berdaya saing,” katanya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Whasfi Velasufah, menjelaskan bahwa Rapimnas tahun ini juga mengangkat tema Eco Youth Ambassador, yang bertujuan menguatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar NU.
“Kami ingin IPPNU ke depan melahirkan duta-duta lingkungan yang aktif menjaga bumi di daerahnya masing-masing. Gerakan pelajar putri harus berdampak secara sosial dan ekologis,” ujarnya.
Agenda krusial lainnya dalam Rapimnas adalah penyusunan kriteria calon ketua umum menjelang Kongres XX IPPNU. Prof. Dr. Asrorun Ni’am mendorong agar proses kaderisasi dilakukan dengan metode yang lebih terukur.
“Kita bisa pertimbangkan inovasi seperti tes potensi akademik (TPA) atau model seleksi berbasis kompetensi. IPPNU harus dipimpin oleh figur yang unggul, berintegritas, dan visioner,” ujarnya.
Salah satu peserta dari wilayah baru, Ketua PW IPPNU Papua Barat Daya, Marhaban Istiqama Ode, menyatakan bahwa Rapimnas ini menjadi panggung awal bagi IPPNU Papua Barat Daya untuk turut membangun arah gerakan pelajar putri secara nasional.
“Sebagai wilayah baru, kami berkomitmen aktif mengawal seluruh proses Rapimnas hingga menuju Kongres XX. Kami ingin ikut mewarnai masa depan IPPNU,” kata Marhaban.
Rapimnas IPPNU 2025 akan berlangsung hingga Minggu (13/07/25), dengan sejumlah agenda penting mulai dari sidang pleno, diskusi kelompok terarah, hingga penetapan garis besar program kerja nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IPPNU menegaskan eksistensinya sebagai organisasi pelajar putri yang adaptif, progresif, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.(BR)


















































