Koran Online, SORONG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-75 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Papua Barat Daya menggelar Istighosah Kubro pada Rabu, 24 April 2025. Acara penuh khidmat ini berlangsung di Masjid Az-Zakirin, Kota Sorong, dan dihadiri oleh para pengurus NU, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai kalangan.
Istighosah Kubro dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sorong, Rofiul Amri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang doa bersama, tetapi juga momentum untuk mempererat semangat pengabdian seluruh elemen NU dan badan otonom (banom) di bawahnya, termasuk Fatayat NU.
“Fatayat NU lahir pada 24 April 1950 sebagai wadah bagi para perempuan muda Nahdlatul Ulama untuk aktif berperan dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Sejak awal, Fatayat NU hadir untuk menjawab tantangan zaman dengan semangat keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ujar Rofiul.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Fatayat NU selama 75 tahun telah membawa dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, serta advokasi sosial. “Di Papua Barat Daya, kita berharap Fatayat NU menjadi pionir dalam menebar cahaya, keberkahan, dan kebaikan, khususnya bagi kaum muslimah,” tambahnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PW Fatayat NU Papua Barat Daya, Siti Syamsiah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar Fatayat NU terus tumbuh menjadi organisasi perempuan Islam yang progresif, mandiri, dan mampu menjadi pelopor dalam pembangunan umat dan bangsa.
“Semoga Fatayat NU tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang nyata. Kami ingin hadir sebagai cahaya yang menerangi, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas,” ucap Syamsiah.
Acara berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan spiritualitas yang tinggi. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan organisasi, serta terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera.(ARY)


















































