Koran Online, SORONG– Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan komitmennya yang kuat dalam peningkatan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Penjaminan Mutu Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kelas VI dan IX serta Rapat Koordinasi (Rakor) TKA. Acara penting ini berlangsung selama lima hari, mulai dari Jumat, 17 November hingga Selasa, 21 November 2025, bertempat di Hotel Rylich Panorama, Sorong.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah untuk memastikan bahwa soal-soal TKA yang akan digunakan sebagai asesmen untuk pemetaan kemampuan akademik siswa berada pada standar mutu yang tinggi dan relevan. TKA sendiri merupakan asesmen penting yang bertujuan untuk memberikan informasi capaian akademik siswa secara objektif dan adil, sekaligus menjadi salah satu sumber data untuk pemetaan mutu pendidikan di daerah.

Acara yang dihadiri oleh pejabat Dinas Pendidikan, Fasilitator Nasional (Fasilnas), serta tim penyusun dan penelaah soal dari berbagai kabupaten/kota di Papua Barat Daya ini, berfokus pada tahapan kritis dalam siklus asesmen: Penjaminan Mutu Soal.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, SH., M.Si menyampaikan, “Penjaminan mutu soal ini sangat krusial. Kita tidak hanya sekadar membuat soal, tetapi memastikan setiap butir soal telah melalui proses telaah, review, proofreading, dan fiat yang ketat sesuai dengan kaidah penulisan soal yang berlaku, serta selaras dengan kurikulum dan karakteristik siswa di Papua Barat Daya.”pyngkasnya
Peserta rakor dan penjaminan mutu ini bekerja secara intensif untuk menelaah soal TKA untuk jenjang Sekolah Dasar (kelas VI) dan Sekolah Menengah Pertama (kelas IX) yang mengujikan mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia dan Matematika. Kegiatan ini selaras dengan upaya nasional Kemendikdasmen untuk memperkuat sistem asesmen berbasis digital.
Selain penjaminan mutu soal, Rapat Koordinasi (Rakor) juga menjadi forum untuk menyinkronkan seluruh aspek teknis dan kebijakan pelaksanaan TKA di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sinkronisasi ini mencakup:
1.Penyusunan Paket Tes: Memastikan kesiapan dan kerahasiaan paket soal yang telah terjamin mutunya.
2.Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM): Melibatkan Penanggung Jawab Materi (PJM) dan tim guru penulis/penelaah soal.
3.Mitigasi Masalah: Membahas potensi kendala dan solusi, khususnya terkait aspek teknis pelaksanaan ujian berbasis digital.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik di Provinsi Papua Barat Daya dapat berjalan lancar, menjamin integritas ujian, dan menghasilkan data pemetaan mutu pendidikan yang akurat dan kredibel, yang pada akhirnya akan digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran di sekolah.
”Komitmen kita bersama dalam menjamin mutu soal TKA adalah investasi nyata untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat Daya yang unggul dan berdaya saing,” pungkas agus salah satu peserta di akhir sesi pembukaan. (ARY)


















































