KoranOnline,SORONG- Polemik larangan penggunaan hijab di berbagai belahan dunia saat ini masih kerab terjadi dengan berbagai alasan yang tentunya sangat memberatkan bahkan merugikan muslimah dalam berbagai hal termasuk dalam meniti karir didunia kerja.
Sebagaimana tercantum dalam Surah An-Nur ayat 31 dan umat Muslim ketahui bahwa perintah untuk menutup aurat adalah hukumnya wajib dan sejatinya berlaku kepada baik kepada kaum Pria maupun Wanita.
Kendati demikian tidak semua wanita muslimah mampu berhijab alih-alih belum siap bahkan acapkali kaum muslimah yang belum berkenan untuk menutup auratnya beralasan “yang penting hatinya berhijab”.
Dalam penafsirannya mereka menganggap bahwa berprilaku dan memiliki hati yang baik lebih penting ketimbang menutup aurat. Nyatanya pemikiran tersebut secara jelas salah kaprah.
Dikarenakan menutup aurat merupakan perintah yang turun langsung dari Allah dan sebagai umatNya maka wajib hukumnya menjalani perintah yang telah disampaikan. Dalam konteks ini maka prinsip menutup aurat itu ialah salah satu bentuk dari ketaatan sebagai manusia kepada perintah Allah.
Menyikapi konteks ini selaku muslimah sekaligus Ketua Sementara DPRD Kabupaten Sorong Yuanis Tri Setyo Utami menyampaikan hijab bagi muslimah bukan hanya sekedar busana melainkan lebih kepada menjalankan kepada perintah agama yang telah tersurat dan tersirat jelas dalam Al-Quranul Karim.
” Bagi saya perintah itu jelas ya,perintah yang datangnya dari Al-quran itu tidak ada tawar menawar tapi harus dijalani dan ditaati karena alasannya sudah sangat jelas. Sekarang tergantung bagaimana pribadi seorang muslimah memaknai tentang kewajibannya berhijab”pungkas Yuanis dengan tegas.
Ketegasan ini menurutnya sangat beralasan melihat beberapa contoh kasus bahkan sosial eksperimen menunjukan bagi kaum muslimah yang berhijab dan tidak, lebih banyak terjadi sejumlah kasus pelecehan hingga rudung paksa terjadi terhadap mereka yang tidak menggunakan hijab.
” Maaf dalam konteks ini saya tidak mendiskriminasi siapapun maupun agama manapun disini saya berbicara bagi sesama kita muslimah antara yang berhijab dengan tidak berhijab, dimana berbagai contoh kasus dan sosial eksperimen menunjukkan bahwa mereka yang berhijab sebagian besar menunjukan lebih merasa nyaman dan terlindungi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan hijab” Katanya.
Tentunya lanjut, menurutnya kembali lagi kepada mereka (muslimah) bagaimana dirinya menyikapi tentang perintah dalam Al-Quran.
Sementara dalam peringatan hari hijab sedunia pada tanggal 01 Febuari 2025 Yuanis ikut berpesan bahwa dalam Islam, hijab atau jilbab bagi perempuan muslimah adalah perintah Allah SWT untuk menutup auratnya, jadi menjadi kewajiban yang harus dipatuhi. Hijab atau jilbab adalah bagian dari identitas seorang perempuan muslim. Memakai jilbab bagi perempuan termasuk bagian dari perintah Allah SWT untuk menutup aurat bagi kaum perempuan.
Selain dosanya akan menjadi penghuni kekal di nereka, perempuan yang tidak berhijab ini, harus siap dengan konsekuensi yang kelak akan didapatkan.
“Saya bukan seorang ahli agama,namun hal ini merupakan kewajiban saya untuk saling mengingatkan sesama muslimah,agar kita sama-sama mendapatkan syafa’atnya,” Ujar Yuanis ,Jumat (31/05/25).
Siapa yang melaksakan kewajiban itu akan mendapat pahala, karena ia telah melaksanan ibadah yang diwajibkan Allah SWT dan siapa yang tidak melaksanakannya ia akan berdosa.
Ia juga menyampaikan bahwa semuanya telah tertulis jelas dalam Surah Al Ahzab ayat 59,Surah Al A’raf ayat 26 dan Surah An-Nur ayat 31,sehingga apapun alasannya wajib hukumnya untuk menggunakan hijab.
Untuk diketahui Hari Hijab Sedunia sendiri, digagas oleh seorang wanita muslim keturunan Bangladesh yang tinggal di New York, Amerika Serikat, yakni Nazma Khan. Dilansir dari World Hijab Day, peringatan Hari Hijab Sedunia ini, pertama kali digelar pada 1 Februari 2013 sebagai pendorong kebebasan individu.
Nazma Khan mencetuskan Hari Hijab Sedunia sebagai sarana untuk mendorong kebebasan pribadi dalam mengekspresikan agama dan pemahaman budaya. Hal itu ia lakukan dengan mengundang wanita dari berbagai kalangan untuk merasakan pengalaman berhijab selama satu hari, dengan begitu, ia berharap dapat mempromosikan toleransi sehingga mengurangi diskriminasi yang terjadi.(ARY)


















































