Koran Online, SORONG– Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Pemenuhan Persyaratan Registrasi Produk Hewan Segar Berkemasan. Agenda ini menjadi langkah strategis untuk mendorong para peternak tak hanya berhenti pada tahap budidaya, tetapi juga mampu masuk ke ranah hilir: pengolahan dan pemasaran.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Magriet B.H. Nauw, S.Pt, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Menurutnya, pemerintah ingin membuka ruang bagi peternak agar lebih bebas berkreasi tanpa canggung karena kehadiran pejabat.
“Kalau biasanya kita bertemu di lapangan dengan kotoran sapi dan ayam, kali ini kita bisa belajar di ruangan yang bersih. Harapannya, ada langkah maju dari bapak-ibu peternak yang selama ini mendapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Magriet menjelaskan, tujuan utama program ini adalah mendorong peternak berpikir lebih jauh: tidak hanya memelihara, tetapi juga mengolah hasil ternak menjadi produk bernilai tambah, seperti abon atau sosis. Dengan begitu, produk bisa menembus pasar modern, bukan sekadar dijual mentah di pasar tradisional.
Ia mengingatkan, masuk ke pasar modern bukan perkara mudah. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari standar pemotongan, higienitas, hingga jaminan halal. Pemerintah daerah saat ini telah memiliki rumah potong hewan (RPH) sapi dan unggas yang telah mengantongi sertifikasi halal. “Kalau mau bersaing di toko-toko modern, produk harus memenuhi syarat. Bukan hanya soal rasa, tapi juga cara pengemasan dan legalitasnya,” katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari luar, termasuk pihak Kementerian Agama, untuk memberikan pemahaman terkait aspek halal. Dengan demikian, peternak diharapkan siap menghadapi tuntutan pasar sekaligus menjaga kualitas produk.
Magriet menegaskan, pemerintah telah banyak memberikan bantuan kepada peternak. Karena itu, ia mendorong agar fasilitas dan kesempatan yang diberikan dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau hanya berhenti di budidaya, kita tidak akan maju. Mari gunakan apa yang sudah diberikan untuk menghasilkan nilai tambah, sehingga menjadi berkat bagi keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Sorong berharap lahir peternak-peternak tangguh yang tidak sekadar mengandalkan bantuan, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan bersaing di pasar modern. (ARY)


















































