Koran Online, SORONG– Pemerintah pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di wilayah Papua Barat Daya. Pada Kamis (11/12/2025), jemaat Gereja di Kampung FaFi menerima sejumlah bantuan inventaris berupa keyboard musik, speaker, proyektor, kursi, serta dukungan dana operasional. Penyerahan dilakukan langsung di halaman gereja dengan disaksikan tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda gereja, serta warga kampung.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Safirius Sagisolo, Kepala Kampung FaFi sekaligus perwakilan jemaat. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam atas perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan tempat ibadah di kampung mereka. Menurutnya, dukungan ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat kampung.
“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini akan memperlengkapi kegiatan gereja, baik ibadah hari Minggu maupun pembinaan anak-anak dan pemuda. Ini menjadi tanda bahwa pemerintah hadir dan peduli,” ujar Safirius kepada awak media.
Inventaris yang diberikan dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kenyamanan dan kelancaran pelayanan gereja. Keyboard musik yang diserahkan akan memperkuat kualitas tim pemuji dan pemusik yang selama ini terbatas pada peralatan sederhana. Kehadiran speaker membantu memperjelas penyampaian firman dalam ibadah raya maupun kegiatan pembinaan jemaat. Proyektor yang diterima memungkinkan gereja menyelenggarakan kegiatan pengajaran, sekolah minggu, serta seminar internal dengan lebih efektif. Kursi tambahan memberi ruang lebih layak bagi jemaat yang terus bertambah setiap tahun. Sementara itu, dukungan dana operasional akan digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan pelayanan dan kegiatan sosial gereja. Seluruh bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, pengajaran, serta aktivitas pembinaan rohani di Kampung FaFi.
Pemerintah pusat juga memberikan apresiasi kepada jemaat dan pengurus gereja Kampung FaFi yang selama ini aktif menjaga persatuan warga, mengembangkan kegiatan sosial, dan mendukung pembangunan kampung. Gereja dinilai mampu merawat harmoni serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kami mengapresiasi jemaat Gereja FaFi yang terus berperan penting mendampingi masyarakat, terutama generasi muda. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat belajar, tempat menguatkan karakter, dan tempat membangun solidaritas antarwarga,” kata Markus tokoh masyarakat setempat
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Jemaat menyambut perwakilan pemerintah pusat dengan tarian adat, doa syukur, dan nyanyian pujian sebagai bentuk penghormatan. Anak-anak sekolah minggu juga menampilkan persembahan lagu rohani menggunakan alat musik tradisional.

Safirius Sagisolo berharap bantuan ini menjadi titik awal peningkatan pelayanan gereja serta memperluas jangkauan kegiatan sosial bagi warga FaFi. Ia menegaskan bahwa inventaris tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan jemaat dan pembinaan generasi muda.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, kami bisa melayani lebih banyak orang. Gereja akan semakin menjadi rumah bagi harapan dan perubahan,” katanya.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah pusat ingin menegaskan bahwa pembangunan di Tanah Papua tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan lembaga sosial dan keagamaan yang menjadi pilar harmoni masyarakat.
Penyerahan inventaris gereja di Kampung FaFi menjadi bukti bahwa negara terus memperkuat fondasi kehidupan masyarakat Papua melalui dukungan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, spiritual, dan kultural warga.(MER)


















































