Koran Online, SORONG – Kepolisian Resor (Polres) Sorong menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Dofior 2025 pada Senin (14/7/2025), sebagai langkah strategis menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Amanat Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P dibacakan langsung oleh Kapolres Sorong, AKBP Edwin Parsaoran, S.I.K., M.I.K., selaku pembina apel yang menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Operasi akan berlangsung selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, di seluruh wilayah hukum Polda Papua Barat Daya.
“Operasi Patuh Dofior 2025 mengangkat tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas. Ini adalah momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di jalan dimulai dari kepatuhan terhadap aturan,” ujar AKBP Edwin.
Data kepolisian menunjukkan, sepanjang tahun 2024 terjadi 354 kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa 50 orang dan kerugian materiil lebih dari Rp1 miliar. Sementara, hingga pertengahan 2025 telah tercatat 155 kecelakaan, dengan 17 korban meninggal dunia dan kerugian sekitar Rp312 juta. Pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pengendara usia muda, terutama pengendara roda dua.

Menanggapi data tersebut, Kasatlantas Polres Sorong, AKP Jopi Kewilaa, mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan yang harus dijaga bersama.
“Keselamatan adalah kebutuhan setiap pengguna jalan, bukan pilihan. Kami imbau masyarakat untuk menggunakan helm standar, tidak bermain ponsel saat berkendara, serta tidak melanggar batas kecepatan. Tindakan sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa,” tutur AKP Jopi.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas, terutama kepada remaja yang rentan terlibat kecelakaan. Polisi akan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis selama operasi berlangsung.
“Pelanggaran lalu lintas bukan hanya soal denda, tapi soal nyawa. Jangan tunggu celaka untuk sadar akan pentingnya aturan,” katanya.
Operasi Patuh Dofior 2025 melibatkan 138 personel gabungan dari jajaran Polda Papua Barat Daya, termasuk dari Polres Sorong, Sorong Kota, Raja Ampat, Tambrauw, dan Maybrat. Kegiatan meliputi sosialisasi ke sekolah, kampus, serta tempat-tempat rawan pelanggaran, hingga patroli dan penegakan hukum secara selektif.
AKBP Edwin Parsaoran menutup dengan harapan agar seluruh petugas melaksanakan tugas dengan integritas tinggi, dan masyarakat mendukung penuh demi terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan manusiawi di Bumi Papua Barat Daya. (BR)


















































