Koran Online,SORONG— Anggota DPRD aktif, Nansy Pricillia Karundeng, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Mariat Gunung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (28/03/25). Reses ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhan mereka kepada wakil rakyat yang mereka percayai.
Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan warga dari sejumlah RT. Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan secara terbuka dan jujur oleh para warga, dengan harapan dapat ditindaklanjuti oleh pihak legislatif dan instansi terkait.
Aspirasi Warga Mariat Gunung
1. Pilipus Bisi – Ketua RT 02
Sebagai perwakilan dari lingkungan RT 02, Pilipus Bisi menyampaikan tiga usulan penting:
-Peningkatan infrastruktur jalan lingkungan yang masih banyak belum memadai.
-Permohonan ketersediaan air bersih bagi warga.
-Penyediaan rumah layak huni khusus untuk Orang Asli Papua (OAP).
2. Maklon Bisi – Tokoh Pemuda
Maklon Bisi, mewakili suara generasi muda, mengusulkan:
-Pembuatan jalan cor menuju sepuluh unit rumah di Jalan Bisi.
-Pengadaan dan pemasangan listrik untuk rumah-rumah tersebut yang hingga kini belum teraliri listrik.
-Permintaan bantuan alat musik, khususnya gitar, sebagai bentuk dukungan bagi kegiatan kreatif dan produktif pemuda di Mariat Gunung.
3. Mama Leonora Bisi –
Tokoh Perempuan s ebagai tokoh perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial, Mama Leonora menyampaikan.
Bantuan pembuatan pondok pinang bagi ibu-ibu dari RT 01 hingga RT 07 untuk mendukung kegiatan ekonomi rumah tangga.
Penyediaan meja jualan untuk ibu-ibu yang berjualan di Pasar Remu, Kota Sorong.
Koordinasi dengan instansi terkait mengenai kelancaran transportasi umum, khususnya taksi dari Pasar Remu ke Mariat Gunung, yang selama ini menjadi kendala utama bagi para mama-mama dalam menjual hasil dagangan mereka.
4. Yoke Gimon
Dalam pernyataannya, Yoke Gimon mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan kebaikan para wakil rakyat yang hadir dan peduli dengan mereka. Ia menegaskan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kepedulian nyata, bukan karena iming-iming uang saat masa pemilu.
“Jangan saat reses minta bantuan dikasih, tapi saat pemilihan pilih yang datang bawa uang. Ingat siapa yang peduli,” ujarnya.
5. Sem Yafet Bisi
Yafet menyampaikan permohonan bantuan bahan bangunan untuk keperluan pembangunan rumah atau fasilitas umum di lingkungan mereka, yakni:
25 sak semen.
30 lembar seng ukuran 7 kaki.
6. Dominggus Mili
Dominggus mengusulkan agar Ibu Nansy dapat menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi terkait penataan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kabupaten Sorong. Menurutnya, penataan yang baik sangat diperlukan agar TPU tersebut dapat segera difungsikan dan digunakan oleh masyarakat secara layak.
Dalam tanggapannya, Nansy Pricillia Karundeng menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga yang telah hadir dan menyampaikan aspirasi dengan lugas dan jelas. Ia berkomitmen untuk menyampaikan seluruh aspirasi ini kepada pihak-pihak terkait, dan mengawal proses tindak lanjutnya di lembaga legislatif.
“Saya hadir bukan hanya untuk mendengar, tapi juga untuk memperjuangkan. Setiap suara yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ungkap Nansy menutup kegiatan reses.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat sangatlah penting dalam membangun daerah, terutama wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. (ARY)


















































