Koran Online, SORONG – Usai pelaksaan Kongres XVIII Muslimat Nu di Surabaya dan mengantarkan Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU langsung memberi mandat kepada seluruh para pengurus maupun anggota Muslimat, untuk melaksanakan program-program yang telah dicanangkan.
Hal inipun langsung diimplementasikan oleh Ketua PW Muslimat NU Papua Barat Daya Febry Jein Andjar untuk melaksanakan program kerja salah satunya pelaksanaan anjangasana yang akan digelar dalam beberapa pekan kedepan.
” Syukur Alhamdulillah tentunya telah selesai Kongres XVIII Muslimat Nu di Surabaya pada febuari lalu dan Ketua Umum meminta untuk sesegera mungkin melaksanakan program-program kerja bagi kemaslahatan umat salah satunya yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat yakni anjangsana ke sejumlah panti asuhan yang ada tentunya ini sebagai langkah ukhuwah bersama, semoga apa yang kita laksanakan dapat membawa berkah bagi seluruh pengurus dan semuanya tanpa terkecuali” Ujar Febri, Sabtu (08/03/24).

Ia juga mengungkapkan bahwa Muslimat NU berdiri di atas moderasi beragama dan rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah. Karena itu kehadirannya harus bisa menjadi manfaat bagi banyak orang. Hal ini sebagai bentuk penguatan diri dan iman sebagai seorang muslimah, salah satunya dengan muzakarah yang turut menghadirkan ustadz Agus Hariana yang turut disiarkan oleh lembaga penyiaran Radio Republik Indonesia.
” Kami harap dengan Muzakarah ini sebagai bentuk syiar kami dari Muslimat NU Papua Barat Daya kepada para seluruh umat muslim yang mendengarkan setiap bait dakwah yang disampaikan oleh ustadz Agus Hariana yang disiarkan oleh lembaga penyiaran Radio Republik Indonesia, semoga apa yang dilaksanakan Muslimat NU Papua Barat Daya menjadi barokah bagi kita semua” ucap Febry Jein Andjar.

Muzakarah ini di ungkapnya sebagai bentuk pemenuhan salah satu implementasi program kerja yang telah ditetapkan pada Kongres XVIII Muslimat NU yakni dakwah dan pengembangan masyarakat.
” Ada 9 program kerja yang telah dihasilkan dalam Kongres XVIII Muslimat NU kemarin salah satunya diantaranya yakni dakwah dan pengembangan masyarakat” terang Febri
Berikut sembilan program kerja yang ditetapkan.
1.Organisasi kaderisasi dan pemberdayaan
perempuan;
2. Pendidikan dan pengembangan SDM;
3. Sosial budaya dan lingkungan hidup;
4. Kesehatan;
5. Dakwah dan pengembangan masyarakat;
6. Pengembangan ekonomi kreatif dan
kewirausahaan;
7. Ketenagakerjaan dan pelatihan;
8. Hukum advokasi;
9. Hubungan dan pengembangan kemitraan.
Febri juga menyampaikan Muslimat Papua Barat Daya sendiri akan terus konsisten menjalankan berbagai program kerja yang telah ditetapkan sebagai bentuk partisipasi membagun Indonesia yang diawali dari daerah. (ARY)


















































