Koran Online, SORONG – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di SMA Negeri 7 Kabupaten Sorong serta Kampung Jeflio, Rabu (08/08/25).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, membangun komunikasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sorong yang diwakili Frida F. Gifelem, S.Sos., M.AP., menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, guru, siswa, dan masyarakat.
“Dengan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan sekolah yang benar-benar bebas dari kekerasan. Dari sinilah contoh baik bagi masyarakat luas dimulai,” kata Frida dalam sambutannya.
Edukasi ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Peraturan tersebut menegaskan tanggung jawab negara dan masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.
Menurut catatan nasional, pernikahan anak, kekerasan seksual, hingga perdagangan orang (TPPO) masih menjadi ancaman serius. Di Papua Barat Daya, kasus kerap tidak muncul di permukaan karena faktor budaya dan minimnya akses pelaporan.
Kegiatan ini juga memperkenalkan peran Pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan di tingkat kampung dalam mencegah kekerasan sejak dini.Frida mengajak semua pihak terlibat aktif.
“Kami berharap peserta tidak hanya hadir, tetapi juga membawa pulang semangat untuk melindungi anak-anak kita dari kekerasan. Karena mereka adalah masa depan Indonesia dan Kabupaten Sorong pada khususnya,” ujarnya.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya masalah individu, melainkan masalah sosial.
Setiap orang bisa menjadi agen pencegahan dengan cara berani melapor, memberi dukungan kepada korban, dan menolak budaya yang membenarkan kekerasan.Sekolah adalah ruang strategis untuk membangun generasi bebas kekerasan.(ARY).


















































