Koran Online, SORONG– Pemerintah pusat terus menegaskan komitmennya membangun Papua dari kampung ke kota. Di Kampung Fafi, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, komitmen itu kini berwujud nyata melalui pembangunan lapangan serbaguna yang diperuntukkan bagi aktivitas sosial, olahraga, dan kegiatan kemasyarakatan warga setempat.
Lapangan serbaguna tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat menghadirkan fasilitas publik yang layak dan inklusif di wilayah kampung. Fasilitas ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kampung Fafi dan diharapkan menjadi ruang bersama yang memperkuat interaksi sosial, terutama bagi generasi muda.
Kepala Kampung Fafi, Safarius Sagisolo, menyebut pembangunan lapangan ini sebagai jawaban atas kebutuhan lama masyarakat yang selama ini belum memiliki ruang publik representatif. Ia menilai perhatian pemerintah pusat mencerminkan keseriusan negara dalam menjangkau masyarakat hingga ke wilayah paling bawah.
“Ini bukan sekadar lapangan, tetapi simbol kehadiran negara di kampung kami. Pemerintah pusat benar-benar melihat dan mendengar kebutuhan masyarakat di Papua Barat Daya,” kata Safarius saat ditemui di Kampung Fafi.Jumat (19/12/25)
Menurut Safarius, lapangan serbaguna tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, pembinaan pemuda, hingga pelaksanaan agenda sosial dan adat kampung. Keberadaan fasilitas ini diyakini mampu menciptakan ruang kegiatan yang lebih tertata, aman, dan produktif bagi warga.
Ia juga menilai pembangunan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat lokal yang selama ini digaungkan pemerintah pusat. Dengan menyediakan fasilitas dasar yang dibutuhkan warga, pemerintah dinilai turut memperkuat kohesi sosial dan kualitas hidup masyarakat kampung.
“Atas nama seluruh masyarakat Kampung Fafi, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Perhatian ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat untuk terus membangun kampung secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Safarius.
Safarius berharap, program pembangunan infrastruktur kampung seperti ini dapat terus dilanjutkan di berbagai wilayah lain di Papua Barat Daya, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.(Ary)


















































