Koran Online,SORONG-Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya menggelar prosesi sakral pemindahan Pataka “Gena Diranutama” yang juga disebut “Nabowoti Ninikei” atau Melindungi dan Melayani ke Markas Polda (Mapolda) yang baru di Jalan Sadiwon, Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu, 15 November 2025. Prosesi ini menjadi simbol penguatan kehadiran institusi kepolisian di provinsi termuda Indonesia itu.
Prosesi dimulai pukul 05.30 WIT di Mako Polairud, tempat Pataka dibuka secara militer sebelum diberangkatkan menuju Alun-Alun Aimas. Sejam kemudian, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo melepas rombongan kirab setelah membuka sarung Pataka sebagai tanda dimulainya perjalanan. Dansat Brimob Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Ari Nyoto Setiawan turut menyaksikan prosesi tersebut.

Kirab Pataka menempuh long march sejauh 2,5 kilometer. Kapolda, Wakapolda, Pejabat Utama Polda, para Kapolres, serta ratusan personel Polri mengawal langsung perjalanan ini.
Sesampainya di Gapura Mapolda, rombongan disambut prosesi adat Suku Moi sebagai bentuk penghormatan dan doa restu bagi institusi kepolisian. Usai penyambutan, Pataka ditempatkan di ruang yang telah disiapkan di Mapolda baru.

“Peletakan Pataka ini menandai babak baru pengabdian Polda Papua Barat Daya. Ini bukan sekadar proses seremonial, tetapi peneguhan komitmen bahwa kami hadir untuk melayani masyarakat di tanah adat Moi,” ujar Brigjen Gatot Haribowo.
Syukuran pemindahan Pataka digelar pukul 09.00 WIT. Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin 4 tokoh agama, memohon kelancaran dan perlindungan bagi seluruh jajaran Polda Papua Barat Daya.
Puncak acara ditandai pemotongan tumpeng oleh Kapolda, Wakapolda, dan para Pejabat Utama. Tumpeng kemudian diserahkan kepada perwakilan tokoh agama sebagai simbol sinergi kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Brigjen Gatot menegaskan makna pemindahan Pataka tersebut. “Pataka Nabowoti Ninikei menjadi pengingat bagi setiap anggota Polri untuk menjaga integritas, bekerja profesional, dan memberikan pelayanan yang humanis. Kami ingin Mapolda baru ini menjadi pusat pengayoman yang terbuka dan bersinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan keamanan yang mantap di Papua Barat Daya,” katanya.(ARY)


















































