Koran Online, SORONG – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan (SMKS) Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu pagi (10/5/2025). Pada hari itu, lembaga pendidikan kejuruan ini menggelar momen penting bagi para siswa kelas XII Program Studi Asisten Keperawatan dan Asisten Kesehatan Afirmasi, yakni prosesi kelulusan dan pengucapan sumpah profesi untuk Tahun Pelajaran 2024/2025.
Berlokasi di Jalan Minyak, Kelurahan Malawili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, acara tersebut menjadi penanda akhir perjalanan pendidikan tingkat menengah sekaligus permulaan tanggung jawab profesional bagi 31 siswa-siswi yang telah menyelesaikan masa studinya. Tak hanya menjadi seremoni perpisahan, kegiatan ini juga menjadi momentum sakral yang menanamkan nilai-nilai etika, profesionalisme, serta tanggung jawab sosial sebagai calon tenaga kesehatan.

Kepala Yayasan SMKS Sorong, Berlin Rafelino Hugo Padang, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelaksanaan sumpah profesi bagi para lulusan jurusan kesehatan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang tak hanya bersifat formalitas, namun menjadi bagian esensial dalam membentuk karakter dan komitmen moral para siswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja.
“Kenapa kita laksanakan kegiatan ini? Karena mereka adalah calon tenaga kesehatan. Mereka wajib disumpah sebelum lulus, agar ketika mereka bekerja nanti, bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan, terutama yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” ujarnya tegas.
Menurut Berlin, dengan mengucapkan sumpah profesi, para siswa tidak hanya menandai kelulusan mereka secara administratif, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk menjunjung tinggi etika profesi dalam setiap tindakan dan pelayanan kesehatan yang mereka lakukan. Sumpah tersebut adalah komitmen moral untuk menjaga integritas, bertindak jujur, dan mengutamakan keselamatan serta kesejahteraan pasien.
Dalam kesempatan tersebut, Berlin juga menyampaikan harapan dan pesan mendalam kepada para lulusan, khususnya bagi siswa-siswi Orang Asli Papua (OAP). Ia mengibaratkan para lulusan sebagai cahaya yang diharapkan mampu menerangi keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas, bahkan sampai tingkat nasional.
“Untuk anak-anak Orang Asli Papua (OAP), semoga bisa menjadi pelita sendiri di atas tanah Malamoi ini,” tuturnya penuh haru.
Pesan ini menjadi simbol harapan agar pendidikan dapat menjadi alat pemberdayaan bagi generasi muda Papua, yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berdiri mandiri, membangun daerahnya, dan menjadi agen perubahan dalam dunia kesehatan maupun sosial secara umum.
Sebelum dinyatakan lulus dan disumpah, para siswa telah melewati berbagai tahap penting dalam pendidikan mereka. Tidak hanya mengikuti pembelajaran teori dan praktik di sekolah, mereka juga telah menjalani implementasi kompetensi di berbagai fasilitas layanan kesehatan serta mengikuti uji kompetensi berbasis sistem Electronic Licensing and Standardization Program (ELSP) yang diselenggarakan oleh pusat.
“Dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki, siswa yang ingin langsung bekerja dapat melamar di bidangnya masing-masing. Sementara itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan, juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Berlin.
Hal ini menunjukkan bahwa SMKS Sorong tidak hanya fokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga memastikan para siswanya memiliki keahlian yang terstandarisasi secara nasional dan diakui secara resmi. Lulusan dari sekolah ini dipersiapkan untuk siap kerja sekaligus memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.
Meskipun bangga atas pencapaian para siswa dan keberlangsungan agenda tahunan ini, Berlin juga menyoroti kondisi infrastruktur yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan yang ia pimpin. Akses jalan menuju sekolah yang masih belum memadai menjadi keluhan yang sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Bisa dilihat, jalan masuk ke sekolah kami masih kurang bagus. Kami sudah beberapa kali menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Sorong dan DPRK agar ada perbaikan. Mungkin tahun depan baru bisa dapat jalan yang baik, tapi tentu semuanya kami serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya dengan nada pasrah namun penuh harap.
Acara ini juga dihadiri oleh orang tua siswa, tenaga pendidik, serta sejumlah tamu undangan dari Dinas Kesehatan setempat, yang turut memberikan apresiasi atas kinerja sekolah dan prestasi para siswa. Rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pagi hingga siang ini mencakup prosesi wisuda, pembacaan sumpah profesi yang dipandu oleh perwakilan dari tenaga kesehatan, serta penyerahan simbolis surat kelulusan kepada para siswa.
Kehadiran para orang tua menjadi momen emosional tersendiri, mengingat banyak di antara mereka yang menyaksikan sendiri perjuangan anak-anak mereka menempuh pendidikan di bidang kesehatan, yang dikenal menuntut disiplin tinggi dan dedikasi besar.
Melalui kegiatan kelulusan dan sumpah profesi ini, SMKS Kabupaten Sorong kembali menegaskan peran vitalnya sebagai institusi pendidikan yang tak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur tentang kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat untuk mendidik generasi muda Papua terus menyala.
Diharapkan ke depan, dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat dapat lebih maksimal, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur pendidikan dan aksesibilitas. Sebab, dari ruang-ruang kelas sederhana di Sorong inilah, lahir tenaga-tenaga kesehatan yang kelak akan menjadi garda depan pelayanan kesehatan masyarakat di Tanah Papua dan seluruh Indonesia.(ARY)


















































