Koranonline,KOTA SORONG- Kepala adat suku besar Moi Paulus Siphay Safisa didampingi wakil sekretatis satu Lorens Anggololy yang ditemui sejumlah awak media di gedung sekretariat sementara Dewan Adat Suku Moi, Jumat (10/01/25).
Mengungkapkan pemilukada telah usai dan bukan lagi waktunya untuk saling beradu melainkan saat ini waktunya untuk bergandengan tangan menyatukan visi misi pembangunan Kabupaten Sorong kedepan .
“Sebelumnya kami sampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memilih Johny Kamuru-Ahmad Sutedjo dalam pertarungan kemarin . Ini merupakan suara rakyat karena kepercayaan ini merupakan suatu hal yang mahal Karena itu saya berharap setelah ini usai jangan lagi ada perselisihan dan lain-lain. Kini saatnya kita bergandengan tangan bersama-sama membangun Kabupaten Sorong.” Pungkasnya dihadapan media.
Dualisme 7 sub suku adat moi yang sempat terbelah menjadi 2 antara kubu Johny Kamuru – Ahmad Sutedjo dan Lazarus Malagam-Sutedjo diungkapkanya menjadi perhatian serius Dewan Adat Suku Besar Moi untuk kembali menyatukan tanpa ada lagi melibatkan perbedaan.
” Kami sayangkan karena telah terjadi dualisme dukungan saat pilkada kemarin, kendati demikian kami tidak bisa membatasi apa yang telah menjadi pilihan mereka, saat ini tugas kami merangkul siapapun tanpa melihat adanya perbedaan. Mau dia Moikah, jawakah, sulawesikah sekarang saatnya buang semua perbedaan dan satukan presepsi kawal pembangunan di kabupaten sorong,” kata Paulus Siphay Safisa.
Diharapkan dengan ini Kabupaten Sorong menjadi daerah yang semakin tumbuh maju dan berkembang.
Diakuinya juga, pihaknya juga sudah memiliki strategi untuk merangkul kembali masyarakat suku Moi maupun suku lainnya. Yang terpecah lantaran berbeda pilihan di Pilkada Kabupaten Sorong 2024.
“Yang pasti kita siap bersama dengan Johny Kamuru untuk mengawal pembangunan dan perubahan di Kabupaten Sorong,” ungkapnya.
Dia juga meminta kepada JK-Tejo agar kedepannya bisa lebih mengedepankan kepentingan masyarakat, serta tidak membeda-bedakan masyarakat yang ada di Kabupaten Sorong.(ARY)


















































