Koran Online, KOTA SORONG-Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Hartono, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung HBM, Kota Sorong. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air, memperkuat persatuan, serta membangun kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat Papua Barat Daya yang dikenal sangat majemuk.
Dalam sambutannya, Hartono menegaskan pentingnya pemahaman dan penanaman nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Ia menyatakan bahwa upaya membumikan nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti di tengah jalan, terlebih di wilayah seperti Papua Barat Daya yang kaya akan keragaman budaya, suku, dan agama.
“Kita harus terus menyosialisasikan nilai-nilai ini secara konsisten dan berkelanjutan. Masyarakat kita telah lama hidup dalam keberagaman yang harmonis. Namun, tantangan ke depan, terutama dari kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir generasi muda, bisa menggerus semangat kebangsaan jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat,” tegas Hartono.
Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan terdiri atas:
1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi negara,
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.
Dalam paparannya, Hartono menjelaskan sejumlah manfaat penting dari pemahaman dan penerapan Empat Pilar Kebangsaan:
Menumbuhkan Nasionalisme: Pancasila dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjadi dasar moral dan etika bagi warga negara, mendorong kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.
Menjaga Persatuan dan Kesatuan: UUD 1945 dan NKRI menjadi alat pemersatu bangsa dalam bingkai hukum dan sistem pemerintahan yang adil dan demokratis.
Meningkatkan Toleransi dan Harmoni Sosial: Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis, terutama di daerah yang majemuk seperti Papua Barat Daya.
Membangun Karakter Bangsa melalui internalisasi nilai-nilai kebangsaan, diharapkan tercipta generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Hartono juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap mulai lunturnya pemahaman dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Ia menilai bahwa perkembangan teknologi dan globalisasi telah mengubah cara pandang sebagian pemuda terhadap nilai-nilai bangsa, sehingga perlu adanya pendekatan edukatif yang relevan dengan konteks kekinian.
“Kita tidak bisa melarang perubahan zaman, tapi kita bisa membekali anak-anak kita dengan nilai-nilai kebangsaan sebagai pegangan moral dan identitas,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan di Kota Sorong. Hartono berharap kegiatan semacam ini terus digalakkan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat fondasi kehidupan bernegara. (ARY)


















































