Koran Online, KOTA SORONG- Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Literasi bagi guru TK/PAUD dan SD se-Kabupaten Maybrat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 30 Oktober-1 November 2025, di Hotel Rylich Panorama, Sorong, ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dasar.

Pelatihan ini digelar bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan dasar siswa di Maybrat, terutama pada aspek literasi dan numerasi. Banyak siswa yang dinilai belum menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara memadai, bahkan setelah menamatkan pendidikan dasar.
“Masih ada anak-anak kita yang naik ke jenjang SMP tanpa bisa membaca dan menulis dengan baik. Ini kenyataan yang harus kita ubah,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, saat membuka kegiatan.
Hendrik menegaskan, pemerintah daerah tak ingin lagi mengabaikan persoalan mendasar dalam pendidikan. Menurutnya, perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang kelas, melalui guru-guru yang memahami metode pembelajaran aktif dan kontekstual.
“Guru harus punya strategi dan pendekatan yang tepat. Literasi bukan hanya soal mengeja huruf, tapi membangun kemampuan berpikir kritis dan memahami makna bacaan,” kata Hendrik.
Bimtek ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperdalam metodologi pengajaran literasi dan numerasi yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai konteks budaya lokal. Pelatihan juga mendorong guru untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini, agar siswa tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki sikap dan moral yang kuat.
Sementara itu, Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot, menilai langkah Dinas Pendidikan patut diapresiasi. Menurutnya, penguatan literasi adalah pondasi utama untuk menciptakan sistem pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

“Bimtek ini bukan hanya meningkatkan kemampuan guru, tapi juga menjadi ruang refleksi agar para pendidik memahami kembali peran penting mereka dalam mencerdaskan anak bangsa,” ucap Engelbertus.
Ia menambahkan, literasi sejatinya tidak berhenti di kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. “Guru punya peran besar di sini mereka bukan sekadar pengajar, tapi pembimbing yang membentuk cara berpikir anak-anak kita,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan di lapangan, serta peningkatan kesejahteraan guru. Semua itu diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi tumbuhnya generasi Maybrat yang melek literasi dan siap bersaing di masa depan.(ARY)


















































