Koran Online, SORONG-Partai Golkar mulai menata kekuatan politiknya di Provinsi Papua Barat Daya. Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Golkar Papua Barat Daya resmi dibuka di Kota Sorong, Sabtu (22/11/2025), dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi partai menghadapi persaingan politik mendatang.
Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia Musda, Febry Jein Andjar, yang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan agenda politik perdana ini setelah Papua Barat Daya resmi menjadi provinsi.
“Terima kasih kepada jajaran DPP, pemerintah daerah, serta seluruh panitia dan kader Golkar yang telah berpartisipasi. Bersama kita memastikan Musda ini berjalan lancar dan menjadi tonggak menuju kemenangan pada 2029,” ujar Febry.
Dalam moment ini Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, yang menegaskan pentingnya Musda sebagai arena merumuskan strategi aktual dan terukur. Ia mengingatkan bahwa Golkar harus hadir dengan capaian nyata bagi masyarakat.
“Yang dipikirkan bukan hanya kerja lima tahunan biasa, tetapi akumulasi karya. Bagaimana Golkar hadir, bekerja, dan memberikan manfaat sehingga masyarakat dapat menilai sendiri hasilnya,” kata Sarmuji.
Sejumlah tokoh hadir memberi dukungan, termasuk Plt Ketua DPD Golkar Papua Barat Daya TB Ace Hasan Syadzily, yang juga menjabat Gubernur Lemhannas. Hadir pula Gubernur Elisa Kambu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim, Bupati Sorong Johny Kamuru, serta para fungsionaris dan kader dari seluruh kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Ace menekankan Musda ini menjadi momen bersejarah bagi Golkar di provinsi baru.
“Ini Musda pertama kita sebagai provinsi Papua Barat Daya. Terima kasih kepada jajaran DPP dan tamu undangan yang hadir,” ujar Ace membuka sambutannya dengan senyum khasnya.
Ace juga menyinggung capaian Partai Golkar pada Pemilu 2024 yang berhasil meraih kursi Ketua DPRD Papua Barat Daya. Meski demikian, ia mengakui dinamika Pilkada belum sepenuhnya sesuai harapan. Namun Golkar tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.
“Walaupun kalah, Golkar selalu mendukung yang menang. Dukungan kita objektif untuk kemajuan Papua Barat Daya,” tegasnya.
Ia memastikan konsolidasi partai terus berjalan solid. Proses penetapan ketua definitif yang hanya diikuti satu kandidat dinilai sebagai bukti kebersamaan dan kesatuan sikap.

“Kita solid, kita kompak, kita satu tujuan,” ujarnya.
Ace mengakhiri sambutannya dengan metafora mengenai karakter Partai Golkar.
“Kita harus kokoh seperti pohon beringin. Akar kuat, rimbun, dan memberi manfaat bagi rakyat Papua Barat Daya.”tutup . (ARY)


















































