Koran Online, SORONG– Dihamparan sawah SP 2 Distrik Mariat, Kabupaten Sorong Papua Barat Daya, Senin pagi (29/09/25). Di bawah terik matahari, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama jajaran Forkopimda, petani, dan prajurit TNI menancapkan bibit padi pertama. Acara ini menandai dimulainya program ketahanan pangan nasional yang digerakkan oleh Brigif TP-84/Unggor Abiresso (UA) satuan baru yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto awal 2025.

Di balik seremoni itu tersimpan ambisi besar: menjadikan Papua Barat Daya bukan sekadar lumbung konsumsi, melainkan pusat produksi pangan di timur Indonesia.
Kolonel Budianto Hamdani Damanik, Komandan Brigif TP-84/UA, menegaskan bahwa pertanian bukan lagi urusan petani semata.
“Hadirnya Gubernur dan Forkopimda hari ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan pertanian merupakan agenda strategis pemerintah. Melalui Yonif TP-806 Satya Inyomusi, kami ingin mewujudkan swasembada pangan di Bumi Kasuari,” kata Budianto dalam sambutannya.
Budianto melaporkan, lahan yang digarap di Kelurahan Mariyai, Distrik Mariat mencapai 14 hektare (7 hektare ditanami hari ini, 7 hektare dalam proses). Selain itu, TNI mendapat mandat untuk mengolah 120 hektare sawah tambahan di Desa Walal, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong.
“Melalui penanaman ini kita tidak hanya menanam benih padi, tetapi juga menanam harapan dan kemandirian bagi generasi masa depan,” ujar Budianto.

Gubernur Papua Barat Daya menyambut inisiatif tersebut dengan apresiasi. Ia menilai langkah TNI yang turun langsung ke sawah bersama petani selaras dengan visi Presiden Prabowo soal kemandirian bangsa.
“Kehadiran TNI menjadi penggerak. Kita ingin masyarakat melihat bahwa lahan yang terbengkalai harus kembali digarap. Dari Papua Barat Daya, kita mulai mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan memfokuskan ketahanan pangan di dua wilayah, yakni Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan, dengan prioritas padi, jagung, pisang, ubi, hingga perikanan dan peternakan.
“Kami akan konsolidasikan dukungan, dari pupuk, alat pertanian, hingga obat-obatan tanaman. Tidak boleh ada petani yang kesulitan menggarap lahannya,” tegasnya.
Pembentukan Brigif TP-84/UA oleh Presiden Prabowo awal tahun ini memang diarahkan untuk memperkuat peran TNI di wilayah strategis Papua Barat Daya. Selain menjaga pertahanan, satuan ini dimandatkan menjalankan program ketahanan pangan terpadu.
Papua Barat Daya sendiri menyimpan potensi pertanian yang besar. Data Dinas Pertanian mencatat, terdapat lebih dari 25 ribu hektare lahan potensial yang sebagian besar belum dioptimalkan. Namun keterbatasan modal, tenaga kerja, serta akses pupuk membuat banyak petani kesulitan menggarap sawah.
Dengan kolaborasi lintas sektor TNI, pemerintah daerah, dan petani Kabupaten Sorong diharapkan bisa menjadi episentrum pangan baru di Indonesia timur.
“Dari Papua Barat Daya, kita wujudkan swasembada pangan untuk Indonesia,” seru Kolonel Budianto menutup pidatonya, disambut riuh tepuk tangan semangat para petani yang hadir. (Ary)


















































