Koran Online,SORONG- Kebakaran hebat melanda dua unit rumah nonpermanen di RT 02/RW 01, Jalan Watem KM 17, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 14.45 WIT. Rumah-rumah yang terbuat dari papan itu ludes dalam sekejap, menyisakan kepedihan mendalam bagi para penghuni. Namun di balik musibah ini, terselip kisah penyelamatan yang mengharukan.
Ketua RT 02, Donatus Rahanauw, mengatakan bahwa rumah yang terbakar merupakan milik Yohanis Rahanauw dan satu unit lainnya milik kerabat dekatnya. Saat kejadian, Yohanis sedang berada di depan kompleks, sementara istrinya sedang bekerja. Tragisnya, anak mereka yang masih berusia tiga tahun berada sendirian di dalam rumah saat api mulai membesar.
Rio, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa anak tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang pengantar galon air yang kebetulan hendak mengantarkan pesanan ke rumah tersebut.
“Pengantar galon itu melihat asap dan langsung mendengar suara anak kecil.Tanpa pikir panjang, dia mendobrak pintu dan membawa anak itu keluar. Kalau tidak ada dia, mungkin ceritanya akan lain,” ujar Rio.
Aksi heroik sang pengantar galon menuai pujian dari warga yang menyaksikan langsung momen dramatis itu. Balita tersebut kini dalam kondisi sehat, meski sempat mengalami syok ringan.
Api dengan cepat melahap bangunan karena struktur rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan papan. Warga sekitar bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran.
“Warga sangat tanggap dan langsung bergerak cepat. Tapi karena api sudah besar dan angin kencang, rumah tak bisa diselamatkan,” kata Donatus.
Setibanya di lokasi, tim pemadam berhasil menjinakkan api dan mencegahnya menjalar ke rumah-rumah lain. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kemungkinan anak-anak bermain api.
Warga kini tengah menggalang bantuan untuk membantu keluarga korban memulai kembali kehidupan mereka. Kisah penyelamatan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, namun juga tentang keberanian dan kepedulian sesama.(ARY)


















































