Koran Online,SORONG – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Frangki Wamafma, menegaskan bahwa program ketahanan pangan nasional sejalan dengan visi dan misi Bupati Sorong. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai upaya konkret dalam meningkatkan produksi pertanian dan mendukung keberhasilan program Merdeka Belajar Global (MBG) yang saat ini tengah dijalankan di berbagai sektor.
Menurut Frangki, ketahanan pangan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Salah satu fokus utamanya adalah perluasan lahan pertanian, khususnya untuk padi sawah, guna mendongkrak produktivitas. “Kami terus berupaya memenuhi target produksi yang telah ditetapkan. Meski ada kendala, seperti kebutuhan benih yang bergantung pada bantuan pusat karena tingginya harga di daerah, kami tetap optimistis,” ujar Frangki.
Selain itu, Frangki menyebutkan bahwa pihaknya secara rutin melaporkan progres panen kepada Bupati dan lembaga-lembaga terkait, guna memastikan setiap perkembangan di sektor pertanian tercatat dengan baik. Salah satu kolaborasi penting adalah dengan Kementerian Pertanian melalui nota kesepahaman bersama Kepolisian dalam pengembangan tanaman jagung.
Namun, tantangan masih ada. Frangki mengungkapkan bahwa produksi jagung pipil di Kabupaten Sorong belum maksimal karena keterbatasan fasilitas penampungan hasil panen. “Sebagian besar petani masih menanam jagung manis karena lebih praktis dan sesuai dengan kondisi mereka. Bila nanti ada pabrik pengolahan jagung dan penampung resmi, saya yakin produksi jagung pipil akan meningkat pesat,” jelasnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Sorong juga memiliki program tahunan untuk mendukung para petani, seperti pemberian bantuan sarana produksi pertanian. Paket bantuan tersebut meliputi benih, pupuk, hingga obat-obatan. “Walaupun anggaran terbatas, kami tetap berusaha agar program ini berjalan, sehingga para petani bisa terus mengoptimalkan lahannya,” tambahnya.
Dalam upaya memperluas lahan produktif, Dinas Pertanian baru-baru ini menerima bantuan bibit lada dari Balai Benih Manokwari yang dikirimkan dari Bogor. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan luas lahan tanam dan produksi di Kabupaten Sorong. “Kami saat ini sedang mendistribusikan bibit tersebut. Harapannya, dengan adanya tambahan bibit ini, produktivitas pertanian bisa ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal,” ujarnya.
Frangki menjelaskan, saat ini terdapat beberapa lahan yang sedang dioptimalisasi, seperti di Malabotom seluas sekitar 12 hektare dan di wilayah Majeneer sekitar 30 hektare. “Lahan tersebut sempat menjadi lahan tidur karena keterbatasan benih. Namun, dengan bantuan yang ada, kami optimis tahun ini lahan tersebut bisa diaktifkan kembali,” katanya.
Tidak hanya fokus pada padi dan jagung, Dinas Pertanian juga memberi perhatian serius pada pengembangan hortikultura seperti sayuran, untuk mendukung diversifikasi pangan. “Upaya ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program MBG di Kabupaten Sorong,” tandas Frangki.
Melalui berbagai langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sorong berkomitmen mendorong pertumbuhan sektor pertanian berbasis kebutuhan lokal, demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.(ARY)


















































