Koran Online, SORONG-Ratusan sekretaris kampung dari 227 kampung di Kabupaten Sorong memenuhi Aimas Convention Center sejak Rabu,(17/09/25). Selama tiga hari, mereka mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sekretaris Kampung yang digelar Pemerintah Kabupaten Sorong.

Bukan sekadar forum seremonial, pelatihan ini menyimpan harapan agar administrasi kampung yang selama ini kerap dipandang remeh bisa menjadi tulang punggung pemerintahan desa. Dari catatan surat hingga pengelolaan anggaran, semua berawal dari meja sekretaris kampung.
“Sekretaris adalah tangan kanan kepala kampung. Kalau administrasi kuat, pelayanan publik juga kuat,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Dr. Markus Karath, S.IP., M.Si, dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
Pelatihan yang berlangsung hingga 19 September itu bukan hanya mengajarkan tata naskah dinas, tapi juga cara mengelola anggaran serta mendukung program pembangunan agar tepat sasaran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Sorong, Maklon Wally, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya memperbaiki kinerja aparatur kampung.
“Selama ini ada kesenjangan antara kepala kampung dan sekretaris. Melalui kegiatan ini, kami ingin sekretaris benar-benar berfungsi sebagai pengelola administrasi sekaligus pendukung utama kepala kampung. Dengan begitu, roda pemerintahan kampung berjalan lebih baik,” ujar Maklon.
Menurutnya, program ini dibiayai penuh melalui APBD Kabupaten Sorong. Tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah sudah melatih kepala kampung dan perangkat lainnya. Kali ini, fokus diberikan kepada sekretaris kampung agar kapasitas mereka lebih terarah.

Harapannya, sekembalinya ke kampung masing-masing, para sekretaris mampu mengelola administrasi secara tertib, mengawal transparansi, dan memastikan hak-hak warga terlayani.
“Di balik setiap berkas yang mereka tanda tangani, ada kepentingan masyarakat yang menunggu kepastian,” kata Maklon.
Pelatihan ini mungkin hanya tiga hari. Namun, dari forum singkat inilah diharapkan lahir generasi sekretaris kampung yang lebih sigap, terampil, dan mampu menjadikan administrasi desa sebagai penopang pembangunan dari akar rumput.


















































