Koran Online, SORONG – Ratusan kendaraan baik roda 2 maupun roda empat terpaksa harus terhenti di 2 arah yang berlawanan dari Kota Sorong menuju Kabupaten Sorong maupun sebalikanya kejadian ini disebabkan aksi pemalangan yang terjadi di KM. 17, sekitar Jl.H Watem Kota Sorong.Papua Barat Daya,Jumat (16/02/25)
Menurut pantuan aksi tersebut dilakukan akibat kekecewaan keluarga dan kerabat korban yang melibatkan sejumlah oknum anggota Denzipur yang diduga melakukan penganiayaan terhadap AK (39), dari sejumlah data yang berhasil dihimpun dilapangan kejadian diduga akibat wanita dari salah satu oknum anggota Denzipur yang sedang berpacaran diganggu oleh FK saat itupun aksi adu mulut yang terjadi di salah satu kios tidak dapat terelakkan hingga berujung pada aksi pemukulan.
Tidak terima perlakuan FK,oknum anggota Denzipur tersebut menelpon kawan-kawan seangkatannya untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak menunggu lama puluhan oknum anggota denzipur tiba di TKP, namun sayang saat itu secara kebetulan AK berada tidak jauh dari TKP dan hendak membeli sesuatu dikios tempat diawal dimana oknum anggota denzipur sempat adu mulut dan adu fisik dengan FK.
Saat itu massa yang berkumpul diduga mengira AK juga ikut terlibat, oknum anggotaTNI yang sudah berada di TKP langsung memberikan bogem mentah kepada AK.
“Jadi dong pukul anak ini waktu pas dia datang dari arah gereja, kasihan anak ini tidak tau masalah,dikios depan ini kaka(sambil menunjuk kios) yang dimaksud, yang tong kecewa masa ibu dia tara kenal rambo (nama panggilan korban) itu,padahal tiap hari anak inikan di kompleks,pas mace saat itu bilang begitu, sudah anggota yang saat itu ada disitu langsung dong pukul dan kejar korban ” ucap obet salah satu warga.
Kepada media ini juga menyebutkan bahwa aksi pemukulan diduga dilakukan oleh kurang lebih melibatkan puluhan oknum anggota Denzipur
” Kaka dong ada sekitar tiga puluhan orang lebih” Ucapnya kepada media ini.

Hingga pukul 16:00 WIT sejak sekitar pukul 11.54 WIT,proses pemalangan masih dilakukan oleh keluarga dan kerabat korban,hingga berita ini diturunkan Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Tabhaa, S.E. bersama keluarga dan jajaran terkait termasuk pihak keluarga sedang melakukan mediasi sebagai tahap penyelesaian masalah yang terjadi.
Akibatnya kemacetan panjang pun tidak dapat dihindari dari arah Kota Sorong menuju Kabupaten Sorong maupun sebaliknya.Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang memutar balik arah kendaraannya berusaha mengurungkan niatnya untuk menuju tempat tujuan awal.
Leonardo Idjie lawyer sekaligus tkepada sejumlah awak media menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI yang sudah melakukan penganiayaan terhadap warga sipil.

“Saya sangat menyayangkan perbuatan para aparat khususnya saat ini yang melibatkan oknum TNI. Harusnya mereka (TNI) hadir untuk jadi pengayom serta melindungi masyarakat, bukan seperti ini, gampang sekali tinggal main tangkap, mau tidak mau aparat penegak hukum harus sesegera mungkin selesaikan masalah ini tidak memblunder, agar siapa pelakunya segera ditangkap dan diadili secara transparan, ” Ungkapnya di hadapan awak media.Minggu (16/02/25).
Aksi pemalangan bukan hanya dilakukan dijalan raya utama, di sejumlah jalan-jalan lingkungan sekitar JL. H Watempun ikut dipalang oleh pihak keluarga, akibatnya warga tidak bisa lewat melewati jalan-jalan pintas maupun alternatif yang ada di sekitaran lokasi kejadian.(**)


















































