Koran Online, SORONG –Dukungan terhadap program pembangunan nasional terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, perwakilan Suku Biak menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Hotel Aimas, Sabtu (13/9/2025) yang juga membahas kerja sama pemerintah daerah, tokoh adat, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Kepala Suku Biak, Moses Adadikam, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Ia menegaskan masyarakat Biak siap mendukung agenda Presiden, khususnya program “Membangun dari Desa, Menguatkan Ekonomi Rakyat, dan Memberantas Kemiskinan” yang menjadi salah satu poin penting Asta Cita.
“Kami mendukung pemerintah pusat dan daerah. Aspirasi kami jelas: pembangunan harus menyentuh masyarakat adat secara langsung dan adil,” tegas Moses.

Sementara itu, Kepala Distrik Aimas, Yober Matana, menekankan bahwa semangat pembangunan yang digagas melalui Asta Cita sejalan dengan Nawacita yang menekankan pembangunan dari pinggiran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia merinci delapan agenda pokok Asta Cita, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, pertahanan negara, penciptaan lapangan kerja, penguatan SDM dan kesehatan, hilirisasi industri, pembangunan desa, reformasi politik dan hukum, hingga harmonisasi dengan lingkungan dan budaya.
“Semua agenda ini harus kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Sorong hingga ke kampung-kampung,” kata Yober.
Dalam kesempatan itu, Iptu M. Dahlan, S.Sos., KBO Sat Intelkam Polres Sorong, memberikan arahan terkait pentingnya kamtibmas. Ia menegaskan keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak masyarakat Sorong untuk menjaga stabilitas, mencegah konflik sosial, serta mendukung pembangunan dengan menciptakan suasana aman dan damai,” ujarnya.
Pertemuan juga menghadirkan Rizky Irana Dewi, Kepala Satuan Pelaksana Pengelolaan Gizi Yayasan Cahaya Ufuk Timur, yang menyoroti pentingnya program nasional di bidang kesehatan dan gizi. Menurutnya, penguatan gizi masyarakat adalah bagian dari Asta Cita, khususnya poin keempat mengenai peningkatan kualitas SDM.
“Generasi sehat dan kuat adalah fondasi Indonesia Maju. Karena itu, kita semua harus mendukung program perbaikan gizi dan pemberantasan stunting,” jelas Rizky.
Forum ini meneguhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adat untuk mendukung penuh visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan pembangunan yang adil, damai, dan sejahtera di Papua Barat Daya. (ARY)


















































