Koran Online, SORONG, Dalam rangka menyambut Ramadan 1446 H, Madin Al-Muttaqin menggelar Pondok Ramadhan yang digelar selama 3 hari terhitung sejak ahad (02/03/25) hingga Rabu (05/03/25), berbagai program dan materi dikenalkan pada anak-anak termasuk mendalami konsistensi spritual keagamaan

Nurul Hasanah Kepala Madin dan TPQ AL-Muttaqin Kabupaten Sorong menuturkan bahwa kegiatan pelaksanaan ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang digelar untuk pertama kali di Madin AL-Muttaqin selama kurang lebih 9 tahun sejak berdirinya Madrasah diniyah.
” Program Pondok Ramadhan ini merupakan pertama kalinya, namun walaupun pertama kali antusiasnya Alhamdulillah cukup banyak karena selain santri dan satriwati juga ada beberapa yang dari luar Madin akan tetapi kami upayakan semua kami balut dengan keceriaan agar anak-anak makin mencintai dan tidak bosan dalam mempelajari ilmu agama yang disampaikan para ustadz ” ungkap Nurul Hasanah kepada Koran Sorong.
Ia juga menambahkan materi yang diberikan kepada santri dan santriwati sangat padat, mulai dari bangun tahajud jam 03.00 WIT, shalat subuh,olahraga ,hafalan Alquran hingga buka puasa, taraweh dan berbagai materi untuk pengenalan dan penguatan akhlak anak.
Sementara Ketua Takmir Masjid AL-Muttaqin Hery Widyaprasetya mengungkapkan hal serupa yang mana program pondok pesantren tersebut dilaksanakan untuk mengisi waktu bulan suci Ramadhan terutama bagi generasi muda dengan memperdalam ilmu agama Islam yakni cara baca tulis Al Quran, tahsin, tahfidz dan hafalan Alquran.

“Kami berharap ingin membentuk generasi yang tak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat.Melalui Pondok Ramadhan di Madin AL-Mutyaqin mereka belajar kedisiplinan, kemandirian, dan tentunya memperdalam pemahaman agama dengan bimbingan para ustadz dan pembina dari pondok pesantren,” ujar Hery.
Ia menandaskan saat ini, arus era globalisasi dan perkembangan budaya asing semakin meningkat dan berkembang sangat pesat di kalangan masyarakat yang tentunya tidak terbataskan oleh usia baik dari kalangan anak – anak hingga orang dewasa pun berperan sebagai pengguna.
Mater

Tidak hanya Handphone, laptop, dan semacamnyapun berperan sebagai perantara dalam bersosial media. Sosial media merupakan salah satu platform digital yang menyediakan berbagai fasilitas kepada para penggunanya untuk melakukan aktivitas sosial seperti komunikasi, meeting, maupun membagikan konten-konten meliputi foto, video, dan lain sebagainya. Seiring canggihnya sosial media ini pun tentunya memiliki dampak positif maupun dampak negatif, salah satu hal positifnya yakni mereka bisa mengekspresikan kreatifitasnya dan menciptakan sesuai hal baru melalui platform sosial media tersebut sedangkan dampak negatifnya selain berpengaruh pada pisikis juga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang karakter anak.

” Bukan melarang tapi melakukan filteriasi karena tidak dipungkiri banyak sekali informasi yang didapat melalui handphone termasuk berbagai macam informasi penting.Sesuai panutan nabi besar kita Muhammad SAW, ajarlah anakmu sesuai zamannya .Karena itu kita selaku orang tua maupun guru bijak dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak ” tandasnya.
Dengan Pondok Ramadhan ini diharapkan para santri yang berjumlah 50 santri dapat menjalani ibadah di bulan Ramadan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Selain itu juga anak-anak mendapat bekal ilmu agama yang bermanfaat. (ARY)


















































