Koran Online, SORONG– Pemerintah Kabupaten Sorong terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus melestarikan kekayaan bahan pangan lokal. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Sorong menggelar kegiatan Pelatihan Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal yang melibatkan 32 distrik di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya.Kamis (12/06/25)
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar lebih kreatif dalam mengolah makanan berbasis sumber daya lokal seperti singkong, ubi jalar, talas, sagu, jagung, dan pisang menjadi menu bergizi, sehat, dan menarik bagi keluarga.
Bupati Sorong, Johny Kamuru, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa keberagaman sumber karbohidrat selain nasi perlu terus diperkenalkan dan dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, pangan lokal memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi gizi, ketersediaan, maupun dampaknya terhadap kemandirian pangan.
“Kita punya sumber karbohidrat lain selain nasi yang tak kalah bergizi. Singkong, ubi, sagu semua ini tumbuh subur di tanah kita. Lewat pelatihan ini, saya berharap masyarakat dapat mulai mengolah pangan lokal menjadi menu sehat dan menarik untuk dikonsumsi sehari-hari,” ujar Bupati Johny.
Selain meningkatkan keterampilan memasak, pelatihan ini juga menjadi ruang edukasi tentang pentingnya diversifikasi pangan untuk memperbaiki pola konsumsi masyarakat. Kandungan gizi dalam bahan pangan lokal seperti serat tinggi, vitamin, dan mineral esensial sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh serta mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Yohana Wambrauw, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang lomba cipta menu antar distrik. Tiap tim ditantang untuk menyajikan tiga jenis hidangan karbohidrat, lauk, dan sayur dengan bahan baku sepenuhnya berasal dari pangan lokal.
“Melalui lomba ini, peserta tidak hanya dilatih memasak, tetapi juga ditanamkan kesadaran bahwa pangan lokal sangat potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif sehat, murah, dan berkelanjutan,” jelas Mustika
Salah satu peserta dari Distrik Mayamuk, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, ia memperoleh banyak pengetahuan baru soal kandungan gizi bahan pangan lokal dan cara mengolahnya menjadi hidangan lezat bagi keluarganya.
“Biasanya hanya tahu ubi itu direbus atau digoreng saja. Sekarang kami diajari buat bolu ubi, bakwan sagu, hingga puding pisang tanpa gula. Anak-anak pasti suka,” katanya sambil tersenyum.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT Kabupaten Sorong ke-58 yang mengangkat tema pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Pemerintah berharap, melalui langkah-langkah nyata seperti ini, masyarakat semakin mencintai hasil bumi sendiri dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan mandiri. (DWA)


















































