KoranOnline, SORONG – Eskalasi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sejumlah wilayah Papua kembali menuai kecaman. Rentetan aksi yang menyasar warga sipil hingga aparat keamanan dinilai kian memprihatinkan dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan serta proses pembangunan di Tanah Papua.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah insiden berdarah terjadi di berbagai daerah. Di Kabupaten Yahukimo, pekerja bangunan dilaporkan menjadi korban pembunuhan. Sementara di Mile 50, Kabupaten Mimika, seorang anggota TNI ditembak. Peristiwa lain juga terjadi di Kabupaten Boven Digoel, yang menewaskan seorang pilot dan co-pilot.
Rangkaian kekerasan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memunculkan rasa takut di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh adat, pemuda, dan elemen masyarakat sipil pun angkat bicara, mengingatkan bahwa tindakan kekerasan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Papua.
Merespons situasi itu, Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP) Kabupaten Sorong menyatakan sikap tegas dengan mengutuk segala bentuk kekerasan yang dilakukan KKB, khususnya yang menyasar masyarakat sipil, tenaga medis, guru, dan pekerja pelayanan publik.
Ketua BMP Kabupaten Sorong, Librek Imlawal, menegaskan bahwa Tanah Papua dikenal sebagai “Tanah Injil” yang seharusnya menjadi simbol kedamaian dan harapan.
“Setiap tetesan darah di tanah ini adalah luka bagi kita semua. Kekerasan yang terus terjadi hanya akan menghambat pembangunan dan masa depan generasi Papua,” ujar Librek di Kabupaten Sorong, Jumat (27/02/26).
Menurut dia, konflik berkepanjangan telah menimbulkan trauma di tengah masyarakat serta berdampak langsung pada terganggunya akses pendidikan dan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Ia menekankan bahwa Papua membutuhkan suasana aman dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
“Tanah ini tidak boleh lagi diwarnai kekerasan. Yang kita butuhkan adalah pembangunan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, bukan suara senjata,” katanya.
Selain menyampaikan kecaman, BMP Kabupaten Sorong juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Warga diimbau tetap tenang, mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, serta menjaga kerukunan antarwarga.
“Jangan sampai kita terhasut oleh informasi yang belum tentu benar. Mari bersama menjaga kedamaian dan memperkuat persaudaraan demi masa depan Papua yang lebih aman dan sejahtera,” ujar Librek.[AR]


















































