Koran Online, SORONG-Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Anak Usia Sekolah yang Tidak Sekolah pada Sabtu (20/9/2025). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di hotel Aimas ini menghadirkan tenaga pendidik dan perwakilan dinas terkait, dengan tujuan memperkuat kapasitas sumber daya dalam menghasilkan data pendidikan yang valid dan akurat.

Dalam penutupan, Kabid PAUD dan PNF, Demianus Patele, S.Pd., menegaskan bahwa manfaat utama dari kegiatan ini adalah terbentuknya kesadaran kolektif bahwa data merupakan fondasi kebijakan pendidikan yang terukur.
“Tiga hari ini bukan hanya soal pelatihan teknis. Manfaat terbesar adalah bagaimana kita bersama-sama memahami pentingnya data yang akurat. Dengan data itu, kita bisa tahu berapa jumlah anak yang belum sekolah, penyebab mereka tidak bersekolah, dan solusi apa yang perlu disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Demianus, data yang dihimpun tidak boleh berhenti di meja administrasi, melainkan harus ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan nyata.

Pemerintah Kabupaten Sorong berkomitmen menggunakan hasil Bimtek ini untuk merancang program jangka menengah dan panjang, mulai dari pembukaan akses pendidikan di kampung-kampung terpencil, penyediaan beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, hingga peningkatan kualitas dan distribusi tenaga pendidik.
“Bupati Sorong bersama jajaran pemerintah daerah berkomitmen penuh menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Tidak boleh ada anak di Kabupaten Sorong yang kehilangan hak dasarnya untuk bersekolah. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar pijakan kami dalam menyusun kebijakan yang lebih terarah, agar intervensi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan pesan Bupati Sorong, Johny Kamuru, yang menekankan bahwa pendidikan adalah kunci membangun generasi emas Papua Barat Daya. Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat, terutama dalam hal pembiayaan, distribusi guru, dan penguatan sarana prasarana pendidikan.

Kegiatan Bimtek ini diharapkan menjadi tonggak awal terwujudnya basis data pendidikan yang solid di Kabupaten Sorong. Ke depan, data tersebut akan dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi serta pemetaan masalah pendidikan. Dengan fondasi data yang kuat, Kabupaten Sorong optimistis mampu mempercepat pemerataan pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (ARY)


















































