Koran Online, SORONG – Beredar sebuah foto disertai narasi yang menyebutkan adanya aksi pembakaran alat berat oleh orang tak dikenal (OTK) di lokasi pertambangan nikel, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Minggu (08/06/25)
Dalam narasi yang tersebar di media sosial tersebut disebutkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT. Disebutkan pula bahwa pelaku yang tidak dikenal masuk ke area tambang dan membakar alat berat, tanpa memberikan informasi lanjutan yang jelas.
Tak hanya itu, pesan berantai yang beredar melalui aplikasi WhatsApp juga menyebutkan bahwa pembakaran dilakukan oleh masyarakat adat sebagai bentuk protes terhadap keberadaan perusahaan tambang nikel di wilayah adat mereka. Pesan tersebut menyebutkan:
“Masyarakat Adat Bakar Alat Berat Perusahaan Nikel di Raja Ampat: Tuntut Penutupan Tambang.”
Disebutkan pula bahwa masyarakat adat melakukan pembakaran terhadap ekskavator milik perusahaan sebagai bentuk penolakan terhadap industri ekstraktif yang dianggap merusak lingkungan, mencemari sumber air, dan mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Dalam orasi yang diklaim terjadi di lokasi, seorang tokoh masyarakat menyampaikan:
“Kami sudah cukup bersabar. Wilayah kami adalah kawasan konservasi, namun perusahaan ini justru menghancurkan hutan, mencemari sungai, dan merusak kampung kami. Kami menuntut agar tambang ini segera ditutup.”
Masyarakat juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atas kehadiran tambang di wilayah adat mereka, dan menyebut kehadiran perusahaan sebagai pelanggaran serius terhadap hak-hak adat dan kelestarian alam Raja Ampat.
Menanggapi kabar tersebut, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo melalui Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Komisaris Polisi Anis Dj, membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai pembakaran alat berat di Raja Ampat adalah hoaks.
“Tidak ada informasi Foto maupun video pembakaran alat berat di Raja Ampat. Itu hoaks. Laporan dari Kapolres menyatakan situasi di lapangan kondusif,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp
Kompol Anis juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Berdasarkan penelusuran Koran Online, video dan foto yang beredar tersebut ternyata berasal dari kejadian berbeda. Insiden pembakaran alat berat sebenarnya terjadi di Zaragoza, Antioquia, Kolombia, dan video tersebut telah diunggah oleh akun Facebook PubliNordeste pada Mei 2025 lalu.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi dan menyebarluaskan informasi, serta menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang sebelum menarik kesimpulan atau menyebarkan berita lebih lanjut. (ARY)


















































