Koran Online, SORONG – Semangat menggali potensi pangan lokal kembali digaungkan melalui Lomba Cipta Menu Pangan Lokal yang digelar di Kabupaten Sorong. Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai distrik untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan khas daerah menjadi menu sehat, bergizi, dan menarik secara estetika.
Tahun ini, panitia membagi penilaian ke dalam dua kategori berdasarkan karakteristik wilayah, yakni wilayah kota dan wilayah luar kota. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang adil dan menyesuaikan dengan latar ketersediaan bahan pangan yang berbeda di masing-masing daerah.
Dari hasil penjurian yang dilakukan Kamis, 12 Juni 2025, terpilihlah enam juara terbaik. Untuk kategori wilayah kota, juara pertama diraih oleh peserta dari Distrik Mayamuk yang berhasil memukau dewan juri dengan total nilai 116, diikuti oleh Distrik Aimas di posisi kedua dengan nilai 110, dan Distrik Mariat di peringkat ketiga dengan perolehan nilai 103. Sementara itu, untuk kategori wilayah luar kota, posisi juara pertama diraih oleh Distrik Klasafet dengan nilai 114, disusul oleh Distrik Klabot di posisi kedua dengan nilai 110, dan Distrik Hobart di posisi ketiga dengan nilai 109.
Ketua dewan juri, Ferry Fatem, menyampaikan bahwa seluruh karya yang ditampilkan menunjukkan kualitas luar biasa. Kreativitas peserta dalam memadukan bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, umbi-umbian, dan sayuran menjadi menu yang sehat dan bernilai jual tinggi patut diapresiasi. Ia juga menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi bagi masyarakat agar semakin mencintai pangan lokal. Melalui tangan-tangan kreatif para peserta, kita menyaksikan bahwa kedaulatan pangan bisa dimulai dari dapur sendiri,” ujarnya.Kamis,(12/06/25)
Ajang ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal secara lebih luas, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menciptakan inovasi dalam bidang kuliner berbasis kekayaan alam Papua Barat.(MAR)


















































