Koran Online, SORONG- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar selama 2 hari (13-14) Maret berlangsung di Kantor Baperlitbang Kabupaten Sorong. Turut dihadiri Ketua DPRK Sorong Sementara Yuanis Tri Utami dan sejumlah anggota dewan dan serta kepala dinas serta kadistrik dilingkup Pemerintah Kabupaten Sorong.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Pembahasan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2026.Sebagai upaya peningkatan pembangunan di Kabupaten Sorong. Dalam kesempatan ini Yuanis Tri Utami Ketua DPRK Sorong mengungkapkan musrembang yang digelar sebagai upaya peningkapeningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif, pengembangan SDM, infrastruktur berkualitas, serta peningkatan produktivitas produk unggulan daerah melalui pengembangan wilayah dan hilirisasi.
Selain itu sebagai langkah memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkualitas dan merata, kelestarian lingkungan hidup, serta dukungan terhadap program keagamaan.
” Musrembang ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama kepada masyarakat baik oleh DPRD maupun Pemerintahan Kabupaten Sorong dengan harapan mendukung visi-misi Pemerintahan Johny Kamuru-Sutedjo pada periode 2025-2030 ” tandas Yuanis.
Lanjut Musrembang ini digelar dalam rangka apa yang menjadi permasalahan dari mulai desa hingga tingkat distrik untuk dimasukkan dalam RKPD tahun anggaran 2026.
“Musrembang digelar, bagaimana kami mendengar masukan dan menjaring aspirasi dari masyarakat Kabupaten Sorong yang terwakilkan oleh kepala-kepala distrik tentunya sesuai dengan kebutuhan pembagunan yang ada di wilayah masing-masing.Karena saya mewakili dapil 4 dengan wilayah pemilihan mulai dari Tugu Merah hingga Katimin tentunya kami berkoordinasi dengan perangkat terangkat terkait termasuk teman-teman yang berasal dari dapil yang sama” tutur Yuanis yang juga merupakan politisi asal partai Golkar.
Problem yang terjadi di dapil 4 diantaranya mulai dari pemenuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga sejumlah kebutuhan publik lainnya.
“Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, selama semuanya bisa dibahas, pasti ada cara untuk menyelesaikan ” Ucapnya
Hal tersebut dikatakan karena berkaitan erat dengan efesiensi anggaran yang telah diterapkan oleh pemerintah pusat. Sehingga memaksa pemangku kebijakan berjalan dengan tepat dan cermat sehingga program yang dijalankan tepat sasaran.
“Pelan-pelan kita lakukan, pasti ada jalan keluarnya. Tidak mungkin juga langsung bisa kita selesaikan permasalahan yang terjadi, apalagi kemampuan keuangan saat ini yang sangat terbatas.Kendati demikian sebisa mungkin semua usulan yang disampaikan bisa terjawab.Apalagi bila menyangkut khalayak orang banyak, tentunya kami akan berjuang sepenuh kemampuan yang kami bisa sebagai wakil rakyat” tegasnya kepada media ini.(ARY)


















































