Koran Online SORONG– Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menggelar kegiatan bertajuk Menjejak Manfaat di Aula IAIN Sorong, Sabtu (10/01/26), sebagai wujud komitmen dalam mendukung pencegahan stunting sekaligus memberikan apresiasi kepada para guru mengaji di Papua Barat Daya. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program sosial berbasis dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

Plh Ketua YBM PLN Se-Papua , Solihin, dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan bahwa seluruh program yang dijalankan YBM PLN bersumber dari dana zakat pegawai PLN dan disalurkan melalui lima pilar utama. Kelima pilar tersebut meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan dakwah, serta program Berbagi Cahaya.
“Dana yang kami kelola berasal dari zakat pegawai PLN. Pilar program YBM PLN ada lima, yaitu pendidikan berupa beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan pembinaan dai. Pilar ekonomi mencakup modal usaha, pendampingan UMKM, serta program Mitra Cahaya. Pilar kesehatan meliputi layanan kesehatan gratis, program gizi, bantuan medis, hingga rumah sakit terapung. Pilar sosial dan dakwah berupa bantuan logistik bencana, bedah rumah dhuafa, pembinaan akidah, dan dakwah di pelosok. Terakhir, pilar Berbagi Cahaya dengan memberikan akses listrik gratis bagi warga kurang mampu,” ungkap Solihin.
Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilaksanakan YBM PLN merupakan turunan langsung dari lima pilar tersebut. Program pencegahan stunting dan apresiasi guru mengaji yang digelar di Sorong juga merupakan bagian dari pilar kesehatan serta sosial dan dakwah.
“Kami berharap seluruh wilayah di Papua secara keseluruhan bisa tersentuh oleh program-program yang menjadi pilar visi YBM PLN. Untuk kegiatan hari ini, kami menyalurkan 50 paket bantuan pencegahan stunting, bantuan bagi 20 orang guru mengaji, serta beasiswa bagi peserta didik berprestasi sesuai kualifikasi dan ketentuan yang berlaku. Semua pendistribusian ini kami pastikan berjalan sesuai dengan visi dan amanah yayasan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram, menilai program YBM PLN sebagai bentuk penghargaan nyata kepada para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pembinaan karakter generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Dukungan serupa disampaikan Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, Mustika Baiduri. Ia menyebut kolaborasi YBM PLN, IAIN Sorong, dan Pemkab Sorong sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi kesehatan, kecerdasan, maupun akhlak.
Melalui sinergi ini, YBM PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan manfaat program zakat pegawai PLN, tidak hanya dalam upaya menekan angka stunting, tetapi juga dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritualitas masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.(ARY)


















































