Koran Online, SORONG-Menjaga mutu obat dan vaksin hingga ke tangan masyarakat, terutama di wilayah pelosok khususnya di Provinsi Papua Barat Daya menjadi tantangan serius dalam pelayanan kesehatan dasar. Untuk memastikan keamanan, khasiat, dan efektivitas obat serta vaksin tetap terjaga, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Loka POM Sorong menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan obat dan vaksin bagi petugas puskesmas di Papua Barat Daya.
Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya tenaga kesehatan di puskesmas dalam mengelola obat dan vaksin sesuai standar kefarmasian, termasuk pemenuhan aspek penyimpanan, distribusi, hingga pemeliharaan produk rantai dingin seperti vaksin. Bimtek dinilai penting karena puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di kampung-kampung dan wilayah terpencil.

Kepala Loka POM Sorong, Rizki Okprastowo, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa pengelolaan obat dan vaksin yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan mutu produk, bahkan dapat membahayakan keselamatan pasien. “Jika obat dan vaksin tidak dikelola dengan baik, misalnya suhu penyimpanan tidak terjaga, maka khasiatnya bisa berkurang atau hilang sama sekali. Ini tentu merugikan masyarakat dan melemahkan upaya pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Rizki, salah satu fokus utama bimtek adalah penguatan pemahaman terkait sistem distribusi produk rantai dingin, termasuk vaksin yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
Bimtek ini juga menjelaskan manfaat dari penerapan pengelolaan obat dan vaksin yang baik. Selain menjamin keamanan dan kualitas layanan kesehatan, tata kelola yang sesuai standar akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, mengurangi risiko kejadian ikutan pasca imunisasi, serta meminimalkan pemborosan akibat kerusakan mutu obat dan vaksin.
Sebaliknya, pengelolaan yang tidak tepat dapat berdampak negatif, seperti meningkatnya risiko kegagalan terapi, pemborosan anggaran negara, hingga potensi masalah hukum dan administrasi bagi fasilitas kesehatan. Karena itu, BPOM menilai peningkatan kompetensi petugas puskesmas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Kegiatan bimtek ini melibatkan seluruh puskesmas di wilayah Papua Barat Daya. Pelaksanaan Bimtek ini berlangsung secara luring dan daring untuk menjangkau tenaga kesehatan di wilayah pelosok yg tidak dapat hadir langsung. Bimtek dilaksanakan selama satu hari, pada Senin (15/12/2025), bertempat di Hotel Aston Kota Sorong.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi langsung dari narasumber Loka POM Sorong dan mengikuti simulasi teknis, termasuk praktik pengemasan vaksin. Simulasi ini memperagakan cara pengemasan vaksin yang benar agar suhu vaksin tetap terjaga selama proses distribusi dari mulai vaksin diambil di Gudang Farmasi ke Puskesmas, maupun dari Puskesmas ke masyarakat, terutama di wilayah dengan akses transportasi yang terbatas.
Melalui bimtek ini, BPOM berharap seluruh petugas puskesmas mampu menerapkan pengelolaan obat dan vaksin secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik, pelayanan kesehatan dasar di Papua Barat Daya diharapkan semakin aman, efektif, dan berkualitas, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(ARY)


















































