Koran Online, SORONG– Menyambut Natal 2025, Aimas Hotel and Convention Centre memperkenalkan sebuah karya yang tak biasa namun sarat makna Pohon Natal setinggi 12 meter yang sepenuhnya dirangkai dari daun sukun kering. Inovasi ini menjadi yang pertama dan terbesar di Kabupaten Sorong, sekaligus menghadirkan pesan ekologis, spiritual, dan sosial yang kuat kepada masyarakat.
Pembangunan pohon Natal unik ini selaras dengan tema Natal PGI-KWI 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Dalam konteks tersebut, pohon ini dihadirkan sebagai simbol kebersamaan, pemulihan, dan kekuatan keluarga melalui bahan-bahan sederhana yang diolah menjadi karya monumental.
Pohon Natal Daun Sukun bukan sekadar dekorasi musiman. Ia dibangun dari ribuan helai daun sukun kering yang dikumpulkan, dibersihkan, dikeringkan, dan dirangkai secara teliti oleh keluarga besar Aimas Hotel. Proses ini tidak hanya melibatkan kerja kreatif, tetapi juga gotong royong sebagai nilai budaya Papua Barat Daya.
Setiap daun melambangkan potongan kisah keluarga kebersamaan, tawa, perjuangan orang tua, hingga solidaritas komunitas. Dari dedaunan yang sebelumnya terserak dan dianggap tak berguna, tercipta struktur besar yang kokoh, menjadi tugu terima kasih hotel kepada masyarakat Sorong atas kepercayaan sepanjang tahun 2025.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana bisa diangkat kembali dan menjadi sangat berarti. Pohon ini adalah ajakan untuk melihat kembali potensi kebaikan dalam keluarga dan komunitas kita, sekaligus mengingatkan kita untuk menghargai apa yang sering kita abaikan,” ujar Nyoman Bagiartha, General Manager Aimas Hotel and Convention Centre.
Penggunaan daun sukun kering menjadi pesan tersendiri terkait kesadaran lingkungan. Di tengah maraknya penggunaan ornamen sintetis, Aimas Hotel memilih bahan alami untuk mengurangi limbah dan mengangkat nilai konservasi local wisdom.
“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, melihat bahwa merayakan Natal bisa dilakukan dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap alam. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap bumi dan kekayaan hayati Papua,” tambah Nyoman.Senin (08/12/25)
Menurutnya, inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku industri perhotelan maupun masyarakat untuk menciptakan dekorasi yang ramah lingkungan dan tetap estetis.
Lebih jauh, struktur pohon yang tersusun dari banyak bagian mencerminkan kolaborasi internal Aimas Hotel dari housekeeping, dapur, administrasi, keamanan hingga layanan tamu. Setiap departemen berkontribusi, menciptakan gambaran nyata bagaimana kerja sama melahirkan pencapaian besar.
“Kekuatan layanan kami dibangun dari banyak tangan yang bekerja dengan tujuan yang sama. Pohon ini adalah representasi visual dari komitmen itu bahwa setiap detail, sekecil apa pun, dapat memperkuat keseluruhan,” kata Nyoman.
Sebagai penutup tahun 2025, Aimas Hotel menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga di Sorong. Pohon Natal Daun Sukun ini menjadi doa terbuka memasuki tahun 2026 tahun yang diharapkan penuh pemulihan, kekuatan, dan berkah bagi setiap rumah tangga.
“Doa kami sederhana: semoga setiap keluarga di Sorong merasakan kasih yang memulihkan, menemukan ketangguhan dalam kebersamaan, dan menjadi terang bagi lingkungan sekitarnya. Mari kita memasuki tahun baru dengan harapan yang kokoh dan semangat melayani,” tutup Nyoman.
Pohon Natal daun sukun setinggi 12 meter ini akan menjadi ikon musiman Aimas Hotel hingga awal 2026 dan terbuka untuk dikunjungi masyarakat sebagai sarana edukasi budaya, lingkungan, dan refleksi spiritual menjelang Natal. (ARY)


















































