Koran Online, SORONG-Peringatan Dirgahayu Provinsi Papua Barat Daya ke-3 berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya di Alun-alun aimas,Senin (08/12/25) termasuk Pagelaran UMKM dan Pameran Kerajinan Daerah. Seluruh kabupaten dan kota turut berpartisipasi, tak terkecuali Dekranasda Kabupaten Sorong, yang tampil dengan ragam produk unggulan binaannya.

Dalam pameran ini, berbagai hasil karya lokal ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan berbahan alam khas Papua, anyaman, kain tenun, hingga aneka olahan pangan tradisional yang menjadi identitas masyarakat Sorong. Pameran tersebut menarik perhatian para pengunjung dan menjadi panggung bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka pada masyarakat luas.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme kabupaten/kota dalam memeriahkan hari jadi provinsi. Menurutnya, kehadiran UMKM dalam perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus tumbuh.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam momentum peringatan ini menunjukkan bahwa kita terus bergerak maju. Pemerintah provinsi sangat mendukung, karena dari sinilah kemandirian ekonomi rakyat dibangun,” ujar Wakil Gubernur.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah aktualisasi kreativitas, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jejaring pasar bagi UMKM di Papua Barat Daya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, menyampaikan ucapan selamat secara khusus atas peringatan HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya.
“Atas nama Dekranasda Kabupaten Sorong, saya mengucapkan selamat Dirgahayu Provinsi Papua Barat Daya yang ke-3. Semoga provinsi ini semakin maju, mandiri, dan menjadi rumah yang memberi ruang bagi kreativitas masyarakatnya,” ujar Junita.
Lebih jauh, Junita memaparkan komitmen Dekranasda dalam upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat kabupaten. Ia menjelaskan bahwa pihaknya selama ini fokus pada pendampingan UMKM, peningkatan kualitas produk kerajinan, serta pembinaan agar pelaku usaha dapat memahami standar pasar yang lebih luas.
“Kami terus bekerja mendampingi para pengrajin dan UMKM, mulai dari pelatihan desain, manajemen usaha, hingga pemasaran digital. Banyak pelaku UMKM kita yang pada awalnya hanya memproduksi dalam skala rumah tangga, kini sudah bisa memperluas pemasaran hingga ke luar daerah,” katanya.
Junita juga menyoroti pentingnya pengembangan potensi lokal, terutama pemanfaatan bahan baku alam yang menjadi ciri khas Papua Barat Daya.

Menurutnya, Dekranasda Kabupaten Sorong berkomitmen menjadikan produk lokal tidak hanya sebagai barang komersial, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan.
“Binaan kami bukan hanya soal produksi. Kami ingin UMKM memahami nilai budaya di balik kerajinan mereka. Dengan begitu, produk yang dihasilkan memiliki karakter kuat dan bisa bersaing di mana saja,” ujarnya.
Momentum Dirgahayu ini, kata Junita, menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antara pelaku UMKM Kabupaten Sorong dengan kabupaten/kota lain di Papua Barat Daya. Ia menekankan bahwa kolaborasi antardaerah dapat membuka peluang pasar baru, sekaligus memperluas promosi produk lokal.
“Kami menyambut baik setiap ruang kolaborasi. Semakin luas jejaring, semakin besar pula peluang produk UMKM kita bisa dikenal di tingkat nasional,” tuturnya.
Kehadiran Dekranasda Kabupaten Sorong dalam pagelaran UMKM HUT ke-3 Papua Barat Daya menegaskan peran aktif organisasi ini dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan komitmen kuat dari para pembina serta pelaku usaha, Kabupaten Sorong diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan kerajinan dan ekonomi kreatif di wilayah Papua Barat Daya. (ARY)


















































