Koran Online, SORONG– BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang membutuhkan akses medis berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Sorong ikut ambil bagian dalam Festival Hari Disabilitas Internasional 2025 yang diselenggarakan Yayasan Bingkai Cerita Rakyat Cabang Sorong di Kota Sorong, Rabu (03/12/25).
Pada kegiatan itu, BPJS Kesehatan memberikan sosialisasi mengenai kemudahan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta mengajak masyarakat memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif terutama bagi penyandang disabilitas yang memerlukan pemeriksaan medis rutin. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan layanan digital seperti PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) dan aplikasi Mobile JKN yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor.
Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat memeriksa status kepesertaan, mengubah data, menggunakan antrean online di fasilitas kesehatan, hingga mencari lokasi faskes terdekat. Pemanfaatan layanan digital ini dinilai mampu meminimalkan hambatan mobilitas, terutama bagi penyandang disabilitas.
Tidak hanya administrasi digital, BPJS Kesehatan juga menjelaskan bahwa Program JKN menjamin kebutuhan alat bantu kesehatan tertentu sesuai indikasi medis dan rekomendasi dokter. Alat bantu tersebut mencakup kacamata, alat bantu dengar, protesa gigi, kaki atau tangan palsu, korset tulang belakang, collar neck, hingga kruk. Penyediaan alat-alat ini diharapkan mampu menunjang fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, menegaskan pentingnya layanan digital dalam mendukung akses kesehatan peserta JKN.
“BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan layanan inklusif yang mudah dijangkau seluruh peserta, terutama penyandang disabilitas.
PANDAWA dan Mobile JKN memungkinkan peserta mengurus administrasi dan memeriksa status kepesertaan dari rumah, sehingga proses pelayanan di fasilitas kesehatan menjadi lebih lancar,” ujar Pupung.
Manfaat program JKN turut dirasakan Richthoven Talahatu (35), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Kota Sorong yang merupakan penyandang disabilitas. Ia mengaku beberapa kali menjalani perawatan di FKTP tempatnya terdaftar dan selalu mendapatkan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Pelayanannya sangat baik. Petugas dan dokter selalu menjelaskan kondisi saya dengan bahasa yang mudah dipahami. Fasilitasnya juga nyaman, jadi saya benar-benar merasa diperhatikan,” kata Richthoven.
Ia menambahkan bahwa seluruh pelayanan kesehatan yang ia terima melalui JKN tidak dikenakan biaya tambahan. Semua tindakan medis hingga obat-obatan sepenuhnya ditanggung.
“Setiap berobat, saya hanya menunjukkan KTP dan langsung dilayani. Tidak pernah ada biaya apa pun. Program JKN sangat membantu saya sebagai penyandang disabilitas yang membutuhkan pengobatan rutin,” ujarnya.
Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Pupung kembali mengajak seluruh pihak mulai dari masyarakat umum, komunitas disabilitas, hingga pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menyediakan layanan kesehatan yang setara dan tanpa diskriminasi.
“Tidak boleh ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan. Kami akan terus berinovasi dan memastikan layanan JKN semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta,” tutup Pupung.(**)


















































