Koran Online, SORONG– Dukungan pemerintah pusat terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua kembali terlihat melalui penyerahan bantuan usaha berupa ternak ayam beserta pakan kepada Gereja dan warga di Kabupaten Sorong. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pdt. Monika Bless, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Sorong, sebagai upaya memperkuat kemandirian jemaat dan masyarakat sekitar. Kamis (04/12/25)
Monika menuturkan bantuan ternak ayam bukan sekadar program ekonomi, tetapi jembatan harapan sebuah penegasan bahwa perhatian negara terhadap kesejahteraan masyarakat Papua tidak berhenti pada wacana.
Pdt. Monika Bless menyebut bantuan ini sebagai titik awal pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan bagi gereja dan masyarakat. “Kami melihat ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah pusat. Bantuan ini bukan hanya untuk gereja, tetapi untuk seluruh warga yang ingin belajar, bekerja, dan mandiri melalui usaha ternak ayam. Ini kesempatan besar bagi kami di Sorong,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ternak ayam telah lama menjadi harapan banyak keluarga Papua yang ingin memiliki sumber pendapatan tambahan. Namun keterbatasan modal dan akses peralatan membuat usaha kecil itu sulit berkembang. Karena itu, ia menyambut penuh syukur langkah pemerintah yang memberi fasilitas usaha produktif, termasuk pelatihan dasar pengelolaan ternak.
“Kami akan mengatur agar kandang yang dibangun ini menjadi pusat pemberdayaan. Warga bisa datang belajar, melihat proses, dan ikut terlibat. Ini bukan bantuan sekali datang, tapi modal awal untuk membangun ekonomi jemaat dan masyarakat,” tambahnya.
Kebijakan bantuan ternak ayam ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat memperkuat ekonomi akar rumput di Papua Barat Daya, terutama di bidang pangan dan usaha mikro. Pendekatan ini dianggap efektif karena dapat langsung dirasakan, membuka peluang usaha, dan memperbaiki ketahanan pangan lokal.
Diharapkan nanti para mama-mama bisa memanfaatkan peluang usaha ini untuk menambah pemasukan keluarga. Beberapa pemuda gereja juga menuturkan bahwa kegiatan seperti ini membuat mereka merasa dilibatkan dalam gerakan pemberdayaan, bukan sekadar penerima bantuan.
Kandang dengan model ekonomi kecil berbasis komunitas. Di dalamnya akan dilakukan pengembangbiakan ayam, pengelolaan pakan, dan distribusi telur serta daging untuk kebutuhan jemaat maupun masyarakat sekitar. Jika berkembang baik, PGPI Sorong menargetkan usaha ini dapat bertransformasi menjadi unit usaha mandiri yang memperkerjakan warga lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bantuan seperti ini bisa hidup dan berkembang jika dikelola bersama-sama. Masyarakat Papua punya kemampuan, tinggal diberi ruang dan kepercayaan. Dan hari ini, pemerintah memberi kami kepercayaan itu,” ujar Pdt. Monika.
Bantuan tersebut tidak hanya membawa nuansa baru bagi warga jemaat , tetapi juga menjadi simbol hubungan kuat antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Dalam konteks kehidupan sosial dan ekonomi yang masih menghadapi banyak tantangan, dukungan langsung seperti ini memberi energi baru bagi warga untuk melangkah lebih mandiri.
Dengan usaha ternak ayam yang mulai berjalan, jemaat PGPI Sorong berharap program pemberdayaan ini akan menjadi model yang dapat direplikasi ke kampung-kampung lain. Mereka percaya, ketika negara hadir dengan program yang tepat sasaran, masyarakat Papua dapat membuktikan bahwa kemandirian bukanlah cita-cita yang jauh.
Dalam suasana sederhana yang hangat, bantuan itu diterima bukan hanya sebagai fasilitas, melainkan sebagai harapan yang tumbuh. Sebuah permulaan kecil yang diharapkan mampu membuka jalan menuju ekonomi yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih baik bagi warga di tanah Malamoi.(ARY)


















































