Koran Online, SORONG-Kepedulian pemerintah pusat kembali menyentuh masyarakat Papua Barat Daya, kali ini melalui dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi warga gereja. Di Sorong, Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Sorong menerima bantuan usaha berupa dua ekor sapi yang diserahkan kepada Pdt. Monika Bless, Ketua PGPI Kabupaten Sorong, untuk dikelola sebagai modal pemberdayaan jemaat dan masyarakat sekitar gereja.
Penyerahan dua ekor sapi tersebut bukan sekadar simbol bantuan, tetapi bagian dari program penguatan ekonomi kerakyatan yang kini menjadi fokus pemerintah pusat. PGPI dipandang sebagai salah satu jaringan masyarakat yang mampu menggerakkan program pemberdayaan dari akar rumput, terutama di wilayah yang masih menghadapi kesenjangan akses ekonomi.
Pdt. Monika Bless menyambut bantuan ini dengan rasa syukur dan penuh tanggung jawab. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan warga gereja yang selama ini aktif melayani sekaligus menggerakkan ekonomi sosial.
“Dua ekor sapi ini bukan hanya bantuan ternak, tetapi amanah besar untuk meningkatkan kesejahteraan jemaat. Pemerintah pusat menunjukkan bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga mitra dalam membangun masyarakat,” ujarnya.
Menurut Monika, sapi-sapi tersebut akan dikelola melalui kelompok usaha jemaat yang telah disiapkan. Pengelolaan kolektif dipilih agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, tidak berhenti pada satu kelompok kecil.
“Kami ingin manfaatnya menyentuh seluruh lapisan jemaat. Jika berkembang, hasilnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan sosial gereja, membantu keluarga yang membutuhkan, serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa PGPI berkomitmen mengelola bantuan ini dengan pola yang transparan dan bertanggung jawab. Laporan perkembangan ternak akan dibuat secara berkala, mulai dari kesehatan hewan, perawatan, hingga proses pengembangbiakannya. Gereja juga akan melibatkan pemuda dalam pelatihan keterampilan beternak untuk mendorong inovasi dan pembentukan usaha baru.
Bagi PGPI Sorong, dukungan pemerintah pusat ini menjadi dorongan moral sekaligus spiritual. Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi masyarakat Papua Barat Daya, gereja memandang bantuan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat ketahanan ekonomi jemaat. Beberapa pelayan gereja menyampaikan bahwa program seperti ini mampu memupuk rasa percaya diri jemaat dalam mengelola usaha bersama.
Pdt. Monika Bless menutup dengan pesan bahwa pengelolaan dua ekor sapi ini menjadi langkah awal untuk gerakan ekonomi produktif yang lebih besar.
“Ini bukan soal jumlah sapinya, tetapi bagaimana kami mengelolanya menjadi berkat. Dengan kerja sama jemaat, saya yakin ternak ini bisa berkembang menjadi aset gereja untuk masa depan. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang melihat kebutuhan nyata di lapisan gereja,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan manajemen yang tertata, PGPI Kabupaten Sorong kini menapaki babak baru dalam penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan jemaat. Pemerintah pusat memberikan fondasi, namun tekad gereja dan jemaatlah yang akan menentukan seberapa jauh bantuan ini tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.(ARY)


















































