Koran Online, SORONG-Di era ketika kecepatan, transparansi, dan akurasi menjadi standar baru, pelayanan publik tak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Kelurahan Klamesen, Kabupaten Sorong, menjawab tantangan itu dengan meluncurkan inovasi digital REHAT Rekaman Hebat, Keadilan Tepat sebuah sistem yang dirancang untuk merapikan alur layanan tanpa mengurangi efisiensi dan ketepatan tujuan.

Inovasi ini digagas oleh Stanley L. F. Ayal, SE., NDH.13, peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI Tahun 2025. Stanley melihat secara langsung bagaimana proses administrasi manual yang lambat, pencatatan yang mudah hilang, serta minimnya jejak rekam membuat pelayanan publik tersendat. Digitalisasi bukan sekadar pilihan ia menjadi jawaban paling relevan untuk memotong hambatan itu.
Digitalisasi untuk Mempermudah, Bukan Memperumit
Inti dari REHAT adalah melakukan transformasi digital yang sederhana, efektif, dan mudah digunakan. Sistem ini tidak dimaksudkan untuk menambah beban teknis, tetapi justru menghilangkan kerumitan lama:
Proses lebih cepat, karena data dapat diinput dan diproses dalam hitungan menit.
Jejak rekam otomatis, memastikan setiap permohonan warga terdokumentasi rapi.
Akurasi meningkat, meminimalkan kesalahan manual yang selama ini sering terjadi.
Transparansi terjaga, sehingga masyarakat dapat mengetahui posisi layanan mereka.

Nama REHAT dipilih bukan tanpa makna. “Rehat” menggambarkan jeda dari kepadatan administrasi manual sebuah “ruang bernapas” baru bagi aparat kelurahan, agar mereka bisa kembali fokus pada hal mendasar: memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
REHAT: Filosofi dan Fungsi
REkaman Hebat: Data yang cepat, akurat, dan tersistem.
Keadilan Tepat: Layanan yang dapat dipantau, dipertanggungjawabkan, dan dijamin ketepatannya.
Stanley menekankan, digitalisasi bukan sekadar memasang aplikasi. “Sistem digital hanyalah alat. Kualitas pelayanan tetap ditentukan oleh konsistensi kita menjaga data dan prosedur,” ujarnya.
SDM sebagai Kunci Keberhasilan Digitalisasi
Transformasi digital hanya efektif jika SDM siap mengoperasikannya. Karena itu, REHAT dibangun melalui pendekatan bertahap:
Pelatihan intensif aparatur
Agar perangkat kelurahan terbiasa dengan mekanisme input, verifikasi, hingga pelaporan digital. Pelatihan ini memastikan teknologi menjadi alat yang mempermudah, bukan membingungkan.
Sosialisasi kepada masyarakat
Masyarakat diperkenalkan pada cara memantau layanan agar mereka mengetahui bahwa setiap permohonan kini terekam secara transparan. Ini membuka ruang kepercayaan sekaligus partisipasi warga dalam mengawasi kualitas layanan.
Penetapan POS digital baru
Prosedur operasional yang disepakati bersama menjadi fondasi agar pelayanan berjalan konsisten dan efisien.
Kolaborasi Melahirkan Inovasi yang Hidup.
Dalam sesi sosialisasi yang melibatkan aparatur, tokoh masyarakat, dan pemuda, berbagai masukan lapangan justru memperkaya penyempurnaan REHAT. Ini menegaskan bahwa inovasi bukan instruksi searah, melainkan hasil kerja kolektif.

Langkah Baru Menuju Pelayanan Publik Modern
Dengan REHAT, Kelurahan Klamesen mengambil langkah konkret menuju tata kelola pelayanan publik berbasis teknologi yang cepat, efisien, dan berkeadilan. Digitalisasi ini bukan sekadar memindahkan pekerjaan manual ke layar komputer, tetapi menciptakan ekosistem layanan yang lebih akuntabel dan responsif.(**/ARY)


















































